Tips Untuk Traveller Agar Bertahan Di China

daftarwisatadichina.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Tips Untuk Traveller Agar Bertahan Di China.Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Tips Untuk Traveller Agar Bertahan Di China

Mewabahnya virus corona menimbulkan kepanikan di seluruh dunia. Bukan tanpa alasan, saat ini dilaporkan lebih dari 4,500 kasus telah dilaporkan terjadi di sejumlah negara, termasuk negara adidaya Amerika Serikat.Situasi ini juga ditanggapi secara serius oleh sejumlah negara, mulai dari proses screening dan karantina yang ketat di sejumlah “pintu masuk” negara, seperti bandara dan pelabuhan, hingga penetapan travel warning bepergian ke Tiongkok.

Nah, untuk mengetahui seberapa serius masalah ini, setiap traveler wajib tahu apa itu virus corona. Tidak hanya itu saja, traveler juga harus paham risiko yang diambil jika memang memutuskan untuk tetap pergi ke Tiongkok dalam waktu dekat. Di bawah ini adalah semua hal yang harus diketahui mengenai virus corona dan apa pengaruhnya dengan bepergian ke Tiongkok.

Apa itu virus corona?
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyebut wabah ini sebagai novel coronavirus, yang berarti virus yang sebelumnya belum teridentifikasi. Sumber dari virus tersebut sejauh ini belum jelas, namun pertama kali teridentikfikasi di Wuhan, Tiongkok. Tipe virus ini awalnya datang dari hewan, sebelum akhirnya menyebar dari manusia ke manusia lainnya ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin dekat dengan orang lainnya.

Di mana virus ini muncul atau berkembang?
Mayoritas kasus ini terjadi di Tiongkok. Tercatat lebih dari 4,500 kasus yang dilaporkan terjadi di Tiongkok, dengan lebih dari setengahnya terjadi di Provinsi Hubei. Dengan 106 korban meninggal dunia sejauh ini, semuanya merupakan orang yang berada di Tiongkok.Namun demikian, penyebaran virus ini sudah mulai meluas. Sejumlah negara di Asia seperti Thailand, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Malaysia, nepal, Vietnam dan wilayah Makau melaporkan adanya kasus warga yang terjangkit virus corona. Negara Eropa, seperti Prancis dan Jerman, kemudian Australia dan Amerika Utara serta Kanada juga melaporkan ada warganya yang juga terkena virus ini.

Bandara mana saja yang terpengaruh karena situasi ini?
Satu yang pasti, bandara Wuhan. Pemerintah menutup operasional bandara sejak merebaknya kasus ini, yang artinya tidak ada penerbangan masuk dan keluar dari Wuhan. Bandara Internasional Hong Kong juga menutup akses untuk pendatang yang berasal dari Cina daratan, termasuk membatalkan 50 persen penerbangan dan menolak visa turis dari Cina. Bus jarak jauh juga untuk sementara ini tidak melakukan pelayanan, termasuk untuk perjalanan dari/ke Beijing dan Shanghai.Bandara internasional di sejumlah negara Asia, Eropa dan Amerika juga melakukan screening ketat pada setiap “pintu masuk” bandara. Sejumlah maskapai juga melakukan pembatalan penerbangan menuju ke Shanghai, Beijing maupun Hong Kong. Maskapai tersebut juga mengumumkan akan memberikan kesempatan kepada setiap traveler melakukan booking ulang atau pengambilan uang karena pembatalan tersebut.

Tempat wisata mana saja yang terpengaruh karena situasi ini?
Karena merebaknya wabah virus corona di Tiongkok, sejumlah destinasi wisata populer ikut terpengaruh. Di Beijing, mulai dari Museum Nasional Cina, Kuil Yonghe Lama, Prince Gong’s Mansion hingga Kota Terlarang sudah ditutup untuk umum. Sejumlah titik dari Tembok Besar Cina juga tidak boleh lagi diakses. Disney Resort di Shanghai dan Disneyland Park serta Ocean Park di Hong Kong juga ditutup, hal yang sama dilakukan untuk West Lake di Hangzhou.Sementara di provinsi Hubei, hampir semua fasilitas umum ditutup, termasuk restoran waralaba McDonalds, toko lokal dan juga bioskop. Di Tibet, yang sejauh ini belum ditemukan ada kasus virus corona, juga ditutup untuk sementara waktu.

Baca Juga : Wisata Seru Seruan Gratis Di Hongkong

Ngotot bepergian, apa risikonya?
Jika kamu berencana untuk pergi ke Wuhan, cek lagi status pemesanan tiket kamu karena ada kemungkinan penerbangan dibatalkan. Kamu bisa mendapatkan refund dana dengan mengikuti kebijakan yang ditetapkan maskapai.Jika memiliki agenda bepergian ke wilayah lainnya di Cina, kamu juga harus melihat status tiket perjalanan, apakah terpengaruh dengan situasi yang cukup serius ini.Sejumlah negara juga sudah mengeluarkan himbauan untuk tidak bepergian ke Tiongkok/Cina jika bukan karena urusan yang benar-benar penting. Akan sangat penting untuk menaati imbauan tersebut.

Adakah tindakan preventif yang harus dilakukan traveler?
Sejumlah dokter dan ahli medis setuju ada hal-hal biasa yang bisa dilakukan untuk terhindar dari paparan virus, seperti mencuci tangan, menjaga etika batuk dan bersin di tempat umum, menjaga jarak dari orang yang sakit dan menggunakan desinfektan.Langkah lain yang bisa diambil adalah dengan mengambil vaksin influenza untuk pencegahan jangka panjang. Gunakan juga masker pelindung dan terus menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Kamu juga disarankan untuk menghindari pasar hewan, bangkai hewan dan produk makanan yang datang dari hewan ketika berada di Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok juga sudah melakukan penutupan transportasi publik di Wuhan, termasuk bandara setempat, untuk meminimalkan risiko penyebaran dan penularan virus corona keluar. Pemerintah Republik Indonesia juga mengeluarkan sejumlah larangan dan himbauan kepada warganya untuk menghindari terjangkit wabah penyakit infeksi paru-paruh Wuhan ini.Dalam keterangan resminya yang dirilis Travel, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto, meminta semua pihak meningkatkan kewaspadaan, terutama ditingkatkan di bandara dan pelabuhan sebagai pintu masuk penyebaran virus dari negeri Tiongkok dan telah menyebar ke beberapa negara lain. Langkah nyata yang sudah diambil pemerintah adalah melarang penerbangan dari dan menuju ke Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau, bagi masyarakat yang ingin dan sudah memiliki rencana pergi ke Tiongkok, untuk selalu mengikuti kabar perkembangan terkait virus corona ini, menghindari tempat dan kota asal virus, dan tidak kontak fisik dengan orang yg sedang dalam kondisi batuk, demam dan sesak panas.Pemerintah juga mengeluarkan saluran hotline KBRI Beijing untuk dihubungi jika masyarakat berada dalam kondisi darurat, yaitu di nomor 8610 6532 5486. Bagi yang sudah menginstal layanan Safe Travel Kementerian Luar Negeri, juga tersedia Tombol Darurat untuk bisa menghubungi perwakilan pemerintah di Tiongkok.