Tempat Wisata Di China Tiananmen

Tiananmen adalah salah satu bangunan yang paling bersejarah bagi orang China dan saat ini juga merupakan salah satu destinasi yang paling banyak di kunjungi oleh para wisatawan asing dari berbagai dunia.

Tiananmen adalah gerbang kompleks Kota Terlarang di kota Beijing, Tiongkok. Gerbang tersebut terletak di sebelah utara Lapangan Tiananmen Sejak pertama kali dibuat pada masa Dinasti Ming, Tiananmen telah menjadi salah satu simbol terpenting Tiongkok sampai sekarang.

BACA JUGA :

Nama gerbang tersebut dalam Bahasa Mandarin tersusun atas karakter yang masing-masing berarti “langit”, “damai”, dan “gerbang”, yang membuatnya bisa diterjemahkan sebagai “Gerbang Kedamaian Surgawi”. Namun nama tersebut adalah singkatan dari frasa yang lebih panjang yang berarti “menerima Mandat Langit, membawa kedamaian negara. Gerbang lain yang berada di sisi lain Kota Terlarang bernama Di’anmen yang berarti “Gerbang Kedamaian Duniawi.”

Tembok gerbang tersebut memiliki panjang 66 meter, lebar 37 meter, dan tinggi 32 meter. Di atasnya ada atap dengan desain tradisional Tiongkok. Di depan gerbang tersebut ada empat patung singa – dua patung persis di depan gerbang dan dua lainnya di jembatan sebelum gerbang – yang dalam budaya Tionghoa diyakini dapat menangkal roh jahat.

Dua pilar batu yang disebut huabiao juga berdiri di depan gerbang sebagai dekorasi, walaupun fungsi asli pilar ini pada awalnya adalah sebagai media aspirasi rakyat kepada pemerintah kaisar dengan menempelkan tulisan pada pilar tersebut.

Dua plakat raksasa digantung di masing-masing sisi gerbang: plakat kiri tertulis “Panjang Umur Republik Rakyat Tiongkok”, sementara plakat kanan tertulis “Panjang Umur Persatuan Rakyat Dunia” . Pada tahun 1964, karakter Hanzi tradisional yang digunakan di plakat diganti menjadi karakter Hanzi sederhana.

Di antara kedua plakat, tergantung foto pendiri RRT Mao Zedong yang selalu diganti setiap tahunnya. Selain foto Mao Zedong, tokoh lain juga pernah digantungkan fotonya di Tiananmen, seperti Sun Yat-sen dan Chiang Kai-shek pada era Republik Tiongkok, Zhu De yang fotonya pernah disandingkan dengan foto Mao untuk beberapa waktu, dan Joseph Stalin saat kematiannya pada tahun 1953.