Taman Tiantan

Taman Tiantan – Kuil Surga sebutan bagi kuil ini. Mungkin ini adalah kuil paling spesial karena para Kaisar Tiongkok beribadah di tempat ini. Tian Tan atau Kuil Surga dibangun pada masa dinasti Ming di abad ke-14 M. Kuil ini dibangun untuk peribadatan agama Taoisme. Arsitekturnya yang megah menyimbolkan hubungan antara Tuhan dan Manusia.

Untuk menuju ke kuil ini cukup dengan menaiki kereta bawah tanah dengan tiket 2 Yuan dari Lapangan Tiananmen, Beijing. Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 waktu Beijing ketika kami tiba di taman tersebut. Tiket masuk dibanderol 35 Yuan perorang dan setiap pengunjung akan mendapatkan sebuah tiket yang bisa untuk dikoleksi serta sebuah peta lipat besar mengenai kuil surga ini.

Taman yang rindang dengan hawa yang sejuk menyambut kami di pintu masuk. Penduduk Beijing menjadikan taman di Kuil Surga ini sebagai lokasi untuk latihan Tai Chi, dansa, jogging dan bahkan untuk bermain mahyong sejenis permainan kartu ala cina.

Baca Juga :
stadion nasional bird nest china
wisata di china taman jingshan
tempat wisata di china kota hainan

Taman ini merupakan situs warisan dunia yang sudah diakui oleh UNESCO dan tetap dirawat dengan baik. Beberapa bangunan sedang direnovasi mengingat tingkat kerumitan yang tinggi akan arsitekturnya yang indah. Tidak lama berselang kami bertatapan langsung dengan Temple of Heaven yang selalu menghiasi buku wisata Beijing. Memang sungguh indah bangunannya dan entah kenapa energi positifnya begitu besar sekali ketika saya mendekati tempat ini.

Mungkin karena bangunan ini digunakan sebagai tempat peribadatan oleh kaisar Tiongkok agar diberikan kemakmuran, panen yang baik dan terhiindar dari bahaya. Konon pembangunan kuil ini juga mengikuti arsitektur kuno yang berdasarkan fengshui dan arah mata angin agar selalu membawa keberuntungan.

Di selasar depan kuil yang berbentuk bulat dengan atap yang runcing, semua terasa begitu luas dan kecil. Ini menyimbolkan bahwa manusia hanyalah mahluk kecil di hadapan Tuhan. Suasana tenang membuat saya kerasan.

Bangunan kuil ini dibuat dengan kayu tanpa paku alias dengan pasak dan memang dibuat anti gempa. Yang paling menakjubkan atap kuil tersebut dibuat dari keramik warna biru yang rumit. Dibutuhkan biaya USD 6 juta dollar untuk merenovasi bangunan bersejarah ini. Tapi semua terbayarkan kembali dengan kunjungan ratusan wisawatan setiap hari ke kuil ini.

Kuil ini ditutup pada pukul 18.00 sore tetapi taman sekitar dibuka hingga pukul 22.00 malam. Paling baik berkunjung ke kuil ini di saat pagi hari ketika belum banyak pengunjung atau di sore hari ketika udara sudah mulai sejuk. Di kuil ini kita bisa menjumpai echo wall atau dinding berbisik, ketika kita berbisik maka orang lain akan bisa mendengarkan di dinding yang lain. Sirkular modul dinding ini yang menjadikan suara bisa dipantulkan dengan baik.