Wisata Dan Surga Adrenalin Di China

Wisata Dan Surga Adrenalin Di China

daftarwisatadichina.web.id Untuk kalian yang menyukai tantangan dan adrenalin,boleh mencoba memasuki tempat wisata yang kami rekomendasikan.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Wisata Dan Surga Adrenalin Di China. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Wisata Dan Surga Adrenalin Di China

1. Coiling Dragon Cliff Skywalk, Gunung Tianmen
Coiling Dragon Cliff Skywalk merupakan tempat wisata di China paling ekstrem yang baru diresmikan tahun 2016 lalu. Tersedia jalur alias skywalk dengan ketinggian 4.900 kaki atau sekitar 1.403 meter di pinggir tebing curam.Jembatan kaca sepanjang 100 meter ini terletak di Gunung Tianmen, Taman Nasional Zhangjiajie, Provinsi Hunan. Yang lebih ngeri, lebar jembatan tersebut hanya 1,6 meter saja sehingga pergerakan menjadi terbatas.Namun, kamu bakal disambut pemandangan yang luar biasa indah di bawahnya yang dikelilingi pepohonan dan tumpukan tebing eksotis. Kaca yang transparan memungkinkan kamu melihat langsung ke dalam jurang. Berani coba?

2. Jembatan Kaca, Zhangjiajie
Jembatan kaca ini digadang-gadang sebagai jembatan kaca terpanjang dan tertinggi di dunia. Lokasinya terletak di kawasan Zhangjiaje Grand Canyon dan menghubungkan dua tebing berjarak 430 meter.Soal kekokohannya, kamu tidak perlu khawatir, karena kemanannya sudah teruji. Bahkan setiap harinya jembatan ini dikunjungi sekitar 8.000 orang secara bergantian. Dari ketinggian 300 meter, kamu bisa menikmati hamparan pepohonan hijau yang memberi sensasi tenang dan deg-degan sekaligus.

3.Terowongan Guoliang, Provinsi Henan
Terowongan sepanjang 1.200 meter ini berada di Pegunungan Taihang, China. Setelah dibangun selama lima tahun, terowongan ini akhirnya dibuka untuk jalur lalu lintas pada 1977. Namun, kini Terowongan Guoliang berfokus sebagai tempat wisata ekstrem di China.Dengan lebar 4 meter dan tinggi 5 meter, terowongan ini muat dilewati mobil berukuran kecil seperti jenis sedan. Karena berada di ketinggian 1.700 meter, sensasi ngeri jelas bisa dirasakan siapa pun yang melintasi jalur ini. Bahkan, Guoliang dijuluki sebagai desa paling berbahaya di China.

Baca Juga : Tempat Wajib Didatangi Di China

4. Restoran Fangweng, Provinsi Hubei
Masih berhubungan dengan tebing, kali ini giliran sebuah restoran yang “bersarang” di ketinggian. Namanya Fangweg Restaurant yang berada di Happy Valley Xiling Gorge, Provinsi Hubei.Restoran ini terhubung dengan jembatan beton yang menggantung di tebing setinggi 30 meter. Selain tebing dan pepohonan, restoran ini menghadap ke Sungai Yangtze yang bisa menambah sensasi makanmu jadi lebih menarik. Restoran tersebut menyajikan berbagai makanan tradisional Cina dengan dekorasi yang menambah kesan otentik di dalamnya.

5. Floating Walkway, Sungai Hongshui
Baru diresmikan pada awal 2017 lalu, tempat ini langsung mencuri perhatian dan jadi primadona wisata baru di Negeri Tirai Bambu ini. Sebuah jalan apung sepanjang 5,13 kilometer ini tercatat dalam Guiness World Record sebagai jembatan apung terpanjang di dunia. Lokasinya berada di atas Sungai Hongshui yang membentang seluas 54 ribu meter persegi.Jika dilihat dari atas, bentuk jembatan ini menyerupai kupu-kupu yang indah. Kamu akan disuguhi berbagai hiburan selagi berjalan di atas jalur ini. Di antaranya pertunjukan air dari para profesional, hingga lampu di malam hari. Tempat ini juga punya floating swimming pool alias kolam renang yang didirikan di atas sungai lho. Seru deh! Kalau kamu sedang singgah ke China, lima destinasi atau tempat wisata di China paling ekstrem seperti di atas paling recommended lho untuk dikunjungi. Yuk buruan buat kamu pecinta adrenalin kumpulin uang biar bisa kesini!

Kuliner Halal Di China

Kuliner Halal Di China

daftarwisatadichina.web.id Untuk beberapa Orang sangat sulit untuk menikmati makanan di China karena hampir semua makanannya mengandung babi. Dan untuk beberapa kaum yang mengharamkannya akan menjadi kendala dalam bidang konsumsi. Apalagi untuk penikmat kuliner. Kali ini kami akan memberikan artikel mengenai Lanzhou yaitu surga kuliner halal di China.

Sekilas Pasar Malam Zhengning di Kota Lanzhou tidak memiliki perbedaan mendasar dengan pasar-pasar malam lainnya di Cina, Hong Kong, dan Taiwan. Apalagi jika memasukinya hanya dua hingga sepuluh langkah dari pintu gerbang, nyaris tidak ada ciri khas yang menjadikan Ibu Kota Provinsi Gansu itu berkarakter.Perbedaan baru terasa saat dua atau tiga lapak pedagang terlewati. Di situlah karakter Lanzhou sebagai kota yang identik dengan kuliner halal di Cina sudah mulai terasa. Separuh badan Jalan Zhengning tertutup oleh lapak-lapak yang menjual beraneka ragam jenis makanan tradisional mulai dari kue berbahan dasar tepung hingga daging sapi dan dan daging kambing bakar.

Berbeda dengan restoran atau rumah makan halal lainnya di daratan Cina, makanan yang dijual para pedagang di Kota Lanzhou tidak perlu diberi label ‘qing zhen’ atau halal. “Dari pakaian penjualnya saya sudah tahu kalau makanan mereka ‘qing zhen’,” kata Liu Chun, dari Kantor Berita Xinhua Biro Lanzhou yang menemani Antara menyusuri Pasar Malam Zhengning.Meskipun bukan seorang Muslim, Liu sangat menyukai kuliner yang dijual di pasar malam salah satu kota tertua di daratan Cina itu. “Satai, kebab, mi, bubur, dan hampir semua yang dijual di sini saya suka,” tutur pria itu sambil menyeruput sup ayam dari mangkuk kecil.

Baca Juga : Tujuan Wisata Esek Esek Di Shenzen

Selain murah dan banyak pilihan, makanan halal tersebut dimasak dan diproses lebih higienis. Keluwesan gadis-gadis berkerudung dalam menyuguhkan makanan kepada para pembeli menjadi daya tarik tersendiri sehingga orang-orang rela berjubel menyusuri Jalan Zhengning yang sempit itu hingga larut malam.Tidak heran pula, kalau Pasar Malam Zhengning menjadi tujuan yang wajib dikunjungi oleh wisatawan atau siapa pun yang sempat menyinggahi Kota Lanzhou. Namun para pengunjung harus rela antre dan berdesak-desakan dengan pengunjung lainnya kalau ingin memanjakan lidah dengan berbagai makanan bercita rasa mirip Timur Tengah itu.

Para pembeli biasanya memesan dulu jenis makanan yang diinginkannya di lapak-lapak yang ditunggui para pedagang pria berkopiah putih. Setelah dibayar, baik dengan cara tunai atau dengan memindai barkode Alipay atau WeChat yang tertera di etalase pedagang, pembeli bisa memilih tempat duduk yang berderet di belakang lapak, tapi harus bersabar sampai kursi benar-benar kosong ditinggalkan oleh pembeli lainnya.

Atau bisa juga langsung menuju restoran. Kemudian memesan makanan kepada penjual di lapak melalui pelayan. Itu pun harus mengantre sampai tersedianya kursi di restoran tersebut.”Pasar ini tidak pernah sepi. Hampir setiap malam situasinya ya begini,” kata Liu yang merasa lega mendapatkan kursi di salah satu restoran setelah mengantre selama lebih dari setengah jam.Tidak diketahui pasti jumlah lapak yang menyajikan makanan halal khas Lanzhou. Namun jika melihat deretan penjual makanan di Pasar Malam Zhengning seperti bukan berada di Cina karena para penjualnya mengenakan pakaian serba putih, khususnya para pria yang mengenakan kopiah haji.

Wisata Lanzhou Minoritas Muslim

Wisata Lanzhou Minoritas Muslim

Daftarwisatadichina.web.idKota Lanzhou, yang terletak di provinsi Gansu, Cina adalah salah satu tujuan wisata yang ramah bagi wisatawan Muslim. Di kota ini, umat Islam adalah kelompok minoritas di sana. Kondisi ini membuat wisatawan Muslim ketika mengunjungi Lanzhou tidak kesulitan menemukan makanan halal. Di beberapa restoran besar tempat ibadah juga telah disediakan.

Secara demografis, provinsi Gansu memiliki populasi sekitar 26 juta jiwa. 2,2 juta jiwa di antaranya adalah kelompok minoritas. Muslim sendiri terdapat sekitar 1,37 juta jiwa. “Sementara di Lanzhou, dari total 3690.000 jiwa penduduk, 120 ribunya adalah kelompok minoritas. Dan kelompok muslim menyumbang sekitar 117 ribu jiwa,” jelas Investigator Lanzhou Business Bureau Kou Zongze

Jadi, muslim memang sangat mendominasi kelompok minoritas di Lanzhou. Kondisi ini pun memengaruhi pergerakan para pebisnis di sana. “Penting bagi para pebisnis Lanzhou Beef Noodles untuk mendapatkan sertifikasi halal. Selain memang banyak dari kami para pengusaha restoran di sini beragam Islam. Selain itu, menyediakan makanan halal juga menjadi nilai tambah bagi kami ketika memasuki pasar internasional,” jelas Ma Jun, Group General Manager Oriental Palace Halal Food Group co., LtD.

Ma Jun sendiri adalah salah satu pengusaha muslim yang memiliki jaringan restoran besar bukan hanya di China, tetapi dunia. Sampai tahun lalu, Oriental Palace Food sudah memiliki 400 restoran di China, Australia dan Amerika Serikat. Bagi mereka, pasar Amerika Serikat dan Australia saat ini adalah pasar yang paling potensial.

Menyajikan produk yang halal pun menjadi pertimbangan dari Ma Jun dalam mengembangkan jaringan restorannya. Dan memang Ma Jun dan keluarganya yang mengembangkan restoran adalah muslim. Meski begitu, baginya makanan halal yang ditampilkan dengan sertifikat halal menjadi kekuatan mereka untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

Baca juga : Harus Berkunjung Ke Lijiang

Bayar Pakai Barcode
Di sana, para pembeli biasanya memesan dulu jenis makanan yang diinginkannya di lapak-lapak yang ditunggui para pedagang pria berkopiah putih. Setelah dibayar, tunai atau dengan memindai barkode Alipay atau WeChat di etalase pedagang, pembeli bisa memilih tempat duduk yang berderet di belakang lapak, tapi harus bersabar sampai kursi benar-benar kosong ditinggalkan oleh pembeli lainnya.

Pengunjung juga bisa langsung menuju restoran, kemudian memesan makanan kepada penjual di lapak melalui pelayan. Itu pun harus mengantre sampai ada kursi kosong di restoran tersebut. “Pasar ini tidak pernah sepi. Hampir setiap malam situasinya ya begini,” kata Liu, yang lega mendapatkan kursi di salah satu restoran setelah mengantre setengah jam lebih. Sampai malam larut pun, aroma daging kambing bakar masih tercium, dan suara alat-alat masak yang beradu masih terdengar.