Kota Di China Yang Menjadi Favorit Para Wisatawan

Kota Di China Yang Menjadi Favorit Para Wisatawan

daftarwisatadichina.web.id Siapa bilang kota di china membosankan? beberapa kota dibawah ini adalah kota di China yang tidak pernah lekang oleh waktu Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Kota Di China Yang Menjadi Favorit Para Wisatawan. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Kota Di China Yang Menjadi Favorit Para Wisatawan

Beijing
Beijing adalah kota surga, kota sejarah, dan pusat pemerintahan China. Ketika mengunjungi Beijing, kamu seakan sudah mengunjungi seluruh negara. Salah satu daya tarik dari Beijing adalah The Forbidden City, sebuah daerah yang sudah ada sejak tahun 1400-an dan dibangun lebih dari 24 dinasti selama lebih dari 500 tahun. Jadi, The Forbidden City bisa dibilang mewakili seluruh sejarah dan budaya dari masyarakat China.Di tengah area The Forbidden City terdapat alun-alun terbesar yang ada di dunia. Dinamakan Tiananmen Square, alun-alun ini bisa menampung setidaknya sampai 500.000 orang dan biasa digunakan untuk upacara militer. Selain The Forbidden City, jangan lupa juga untuk mengunjungi Tembok China yang merupakan tembok terpanjang dan terbesar di dunia.

Xi’an
Ketika petani China sedang membuat sumur, betapa terkejutnya dia setelah melihat patung tentara di bawah sumurnya. Deretan patung tentara tersebut kini dikenal dengan The Terracotta Warriors yang dibangun sekitar 210-209 sebelum Masehi. Sampai sekarang setidaknya ada 8000 patung tentara, 130 kereta, dan 150 tentara penunggang kuda. Penemuan patung tentara ini disebut sebagai penemuan paling berpengaruh pada abad ke-20.Sejak ditemukan deretan patung tentara ini, Xi’an menjadi salah satu kota yang paling banyak dikunjungi para wisatawan saat liburan ke China. Jadi, untuk kamu yang mengunjungi China dalam waktu dekat, wajib hukumnya untuk melihat secara langsung bagaimana sejarah dan budaya China terbesar.

Baca Juga : Wisata Dan Surga Adrenalin Di China

Guangzhou
Suka kuliner? Bagi yang merencanakan liburan ke China untuk mencicipi wisata kuliner di sana, kamu harus mengunjungi Guangzhou. Lokasinya dekat dengan Hong Kong, jadi kota ini sering dijadikan tempat transit sebelum melanjutkan ke Hong Kong, Macau, atau sebaliknya ke Beijing. Salah satu kuliner di Guangzhou yang menggiurkan adalah dim sum, roasting pig, nasi gulung, dan hefen noodlesJika kamu mempunyai waktu yang lebih, masih ada beberapa makanan yang melezatkan lain. Ada Ayam Taiyen yang merupakan ayam panggang dicampur madu dan teh hitam asli China. Selain itu, sup semangka yang juga tidak kalah terkenalnya.

Chengdu
Ingin melihat panda yang menggemaskan? Kamu bisa mengunjungi Chengdu. Di sini kamu bisa melihat berbagai macam panda yang dipelihara dari kecil sampai besar. Jangan lupa juga mengunjungi Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding, yang didirikan pada 1987 dan sekarang setidaknya sudah ada ratusan panda yang dikembangbiakkan sejak kecil.Menariknya, ketika pertama kali habitat ini dibuka, hanya ada enam panda yang diambil dari hutan. Seiring berjalannya waktu, ratusan panda pun lahir di sana. Nah, tak hanya bisa menyaksikan tingkah lucu para panda, kamu juga bisa sekalian belajar tentang habitat mereka.

Wisata Beihai Park

Wisata Beihai Park

Daftarwisatadichina.web.idTaman Beihai memiliki sejarah yang unik. Taman Beihai dibangun sesuai dengan legenda tradisional Tiongkok. Alkisah ada suatu kisah bahwa suatu ketika ada tiga gunung ajaib bernama “Penglai”, “Yingzhou” dan “Fangzhang” yang terletak di sebelah timur Teluk Bohai (di Cina timur). Para dewa di pegunungan memiliki jenis obat herbal yang akan membantu manusia mendapatkan keabadian. Akibatnya, banyak kaisar Cina feodal di Tiongkok terus mencari gunung. Sebagai contoh, Kaisar Qin Shi Huang, kaisar pertama Dinasti Qin, ingin menjalani kehidupan abadi dan mengirim orang untuk mencari gunung ajaib, tetapi mereka gagal. Kemudian, di istananya, ia menggali sebuah kolam besar dan menumpuk tiga bukit untuk meniru situasi yang digambarkan dalam legenda. Kaisar Wudi, kaisar kelima Dinasti Han, melakukan hal yang sama. Dia merasa bahwa kombinasi gunung dan air dalam arsitektur Cina kuno memiliki efek yang sama sekali berbeda. Maka, sejak saat itu, hampir semua kaisar dinasti berikutnya akan membangun taman kerajaan dengan konfigurasi kolam tiga bukit sebagai negeri dongeng dekat istananya dan dibangun dengan gaya tradisional.

Hal itulah menjadi awal dibangunnya Beihai Park pada Dinasti Liao yang diperbaiki dan dibangun kembali pada dinasti berikutnya termasuk Jin, Yuan, Ming dan Qing. Pembangunan kembali besar-besaran pada masa pemerintahan Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing. Pada tahun 1925, taman ini pertama kali dibuka untuk umum dan menarik ratusan ribu pengunjung dari seluruh dunia setiap tahun.

Baca juga : Gunung Berwarna Pelangi Zhangye Danxia

Beihai Park mencakup area seluas sekitar 0,71 km persegi. Ada banyak tempat terkenal dan indah yang harus Anda kunjungi ketika tur di Beihai Park, yaitu Dagoba Putih. Dagoba Putih dibangun pada tahun 1651 untuk menunjukkan keyakinan dalam Buddhisme dan keinginan untuk penyatuan idnplay antara berbagai kelompok etnis Cina. Dagoba Putih hancur dalam gempa bumi dan direkonstruksi dua kali. Dibatasi oleh dua perunggu payung seperti kanopi, dengan 14 lonceng perunggu menggantung di sekitar mereka. Di depan Dagoba Putih adalah Kuil Dagoba Putih. Ada beberapa bangunan lain yang bisa Anda kunjungi jika Anda memiliki cukup waktu. Ini termasuk Zhengjue Hall, Menara Lonceng dan Genderang, Batu Tablet ‘Qiongdao Chunyin’ dan Hao Pu Creek.

Harga tiket masuk melalui pemesanan: CNY 10 (Apr.1 31 Oktober); CNY 5 (1 November – 31 Maret). Melalui Tiket box: CNY20 (Apr.1 31 Oktober); CNY15 (1 November – 31 Maret).

Jam buka mulai pukul 6:30-20:00 (Januari, Februari, Maret, November, Desember); pukul 6:30-21:00 (April, Mei, September, Oktober); pukul 6:30-22:00 (Juni, Juli, Agustus); pukul 8:30-17:00. Waktu yang direkomendasikan untuk mengujungi tempat ini adalah 2 jam.

Untuk menuju ke Beihai Park Anda bisa naik subway Jalur 4 dan turun di Stasiun Ping’anli dan berjalan di sepanjang Dianmen Xi Dajie ke timur selama 20 menit ke gerbang utara pintu masuk taman. Anda juga bisa naik bis 5, Zhuan 1, Zhuan 2, 109, 124, 202, 211, 614, 619, 685 atau Trolley Bis 101, 103, ke Beihai Park Station.

Selagi Anda di Beijing, sempatkanlah juga untuk melihat festival-festival di China, Prince Gong Palace, dan Tembok Ajaib Echo Wall. Apabila Anda merasa lelah, dapat menikmati pelayanan yang nyaman dari hotel – hotel di sekitar Beijing. Hotel yang dapat Anda kunjungi antara lain Traders Hotel, Oriental Garden Hotel, atau Jinglun Hotel.

Gunung Berwarna Pelangi Zhangye Danxia

Gunung Berwarna Pelangi Zhangye Danxia

Daftarwisatadichina.web.id – Jika kita melihat pemandangan gunung, itu akan mendinginkan mata kita, tetapi jika kita melihat gunung yang sangat indah dengan berbagai warna seperti pelangi, perasaan itu pasti akan bercampur antara heran, heran dan heran, sekarang ada beberapa pegunungan di Cina atau tepatnya di Taman Geologi Zhangye Danxia, ​​yang terletak di Provinsi Gansu Cina, pegunungan ini luas dan terlihat seperti kue berlapis warna-warni yang sangat indah.

Zhangye Danxia tampak persis seperti lukisan Picasso. Warna-warni Zhangye Danxia berasal dari berbagai mineral dan bebatuan yang terbentuk selama 24 juta tahun. Setiap warna berasal dari lapisan mineral yang berbeda, dan selama jutaan tahun saling melapisi satu sama lain, membentuk pola pelangi yang unik. Terletak di Provinsi Gansu di Tiongkok, Zhangye Danxia merupakan satu-satunya tempat di dunia dengan formasi bebatuan seperti ini.

Jika Anda tertarik untuk berkunjung, sebaiknya Anda tidak datang di musim dingin. Zhangye Danxia terletak di tengah daerah Hexi Corridor, yang di musim dingin biasa diterpa angin yang cukup kencang. Bahkan di musim panas pun, para pengunjung dianjurkan untuk membawa jaket karena di pagi dan sore hari temperatur udara cenderung menurun dengan drastis.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Zhangye Danxia adalah saat matahari terbenam dan saat matahari terbit. Pancaran sinar kemerahan matahari akan membuat warna-warni Zhangye Danxia bertambah cantik. Oh iya, sebaiknya Anda berkunjung di saat cuaca cerah, karena bebatuan Zhangye Danxia tampak paling cerah dan cantik saat diterpa cahaya matahari, terlebih lagi saat sehabis hujan. Jangan lupa juga untuk membawa minuman, karena di daerah Zhangye Danxia tidak ada toko atau warung. Anda juga dianjurkan untuk membawa masker, karena terdapat banyak debu yang tertiup angin di kawasan tersebut.

Baca juga : Huangshan Atau Pegunungan Yellow

Daerah pegunungan yang berwarna-warni indah ini merupakan bagian dari Taman Bentukan Geologis Zhangye Danxia. Pegunungan ini terletak di daerah Gansu, Tiongkok dan sudah dicatat oleh UNESCO dalam World Heritage Site pada tahun 2010. Keunikan dari pegunungan Zhangye Danxia yang membuatnya sangat indah ini, harus kita masukkan dalam daftar tempat wisata untuk dikunjungi. Sesuai dengan visualnya yang berwarna-warni, tempat ini disebut sebagai Rainbow Rocks.

Menurut John Encarnacion, Ph.D, terbentuknya warna-warna yang berbeda itu berasal dari mineral yang berbeda. Warna merah tua muncul terutama karena mineral bajah besi yang berkarat. Bebatuan ini kaya akan mineral besi yang kemudian teroksidasi saat batu-batu itu terbentuk. Warna kuning muncul kemungkinan karena hanya sedikit kandungan mineral besinya dan lebih banyak pasir dan tanah liat. Warna abu kebiruan dan kehijauan berasal antara dari tanaman organik atau dari mineral yang disebut dengan glauconite yang ditemukan di daerah laut.

Selagi Anda di Guangzhou, sempatkanlah juga untuk melihat Perayaan Imlek di Guangzhou, Nansha Tin Hau, Istana di Tepian Laut dan Pulau Shamian. Apabila Anda merasa lelah, dapat menikmati pelayanan yang nyaman dari hotel – hotel di sekitar Guangzhou. Hotel yang dapat Anda kunjungi antara lain Crowne Plaza Guangzhou Science City Hotel, Country Garden Holiday Resorts, atau Baiyun Hotel.

Huangshan Atau Pegunungan Yellow

Huangshan Atau Pegunungan Yellow

Daftarwisatadichina.web.id – Kami meninggalkan Nanjing menuju Huangshan (Gunung Kuning) untuk menikmati pemandangan gunung paling spektakuler di Tiongkok. Perjalanan memakan waktu 4,5 jam untuk mencapai base camp stasiun kereta gantung Taiping di wilayah timur laut Huangshan) yang membawa kami ke salah satu puncak Huangshan.

Huangshan adalah formasi geologis gunung batu menjulang runcing menembus awan yang banyak diabadikan ke dalam lukisan lukisan khas China oleh para pelukis kuno sampai sekarang. Sudah lama saya berkeinginan untuk mengujungi pegunungan ini karena pesona cerita silat karangan Kho Ping Ho yang saya baca sewaktu kuliah di Gadjah Mada di tahun 60-an. Sewaktu membaca buku cerita silat terbayang susana pegunungan dengan puncak-puncak runcing menjulang ke angkasa ditempuh para jago silat yang saling betanding memperebutkan gelar keperkasaan yang tidak tertandingi di dunia persilatan. Dengan ilmu meringankan tubuh para pesilat menjelajahi Huangshan memperagakan kedigdayaan…kira-kira begitu gambaran cerita silat itu.

Dibawah sadar tertanam keingingna untuk menjejakkan kaki di pegunungan itu. Rupanya di usia yang sudah memasuki tujuh puluhan mimpi itu jadi kenyataan meski terasa ketar ketir juga menyadari betapa curam jalan tnagga menurun dengan tingkat keterjalan yang hampir 70 derajat. Nyali agak menciut untuk mencoba menapaki jalan-jalan sangat curam. namun dengan keyakinan kuat rasa takut dan ngeri perlahan hilang karena dorongan rekan seperjalanan yang banyak ditemukan dengan misi yang sama “menaklukkan” Huangshan. Menuruni jalan berliku dan curam mengikuti kontur dinding batu cadas kami berlajan perlahan-lahan dari satu anak tangga ke anak tangga berikut sepanjang 3 km untuk mencapai kedalaman 500 meter ke dasar lembah Xihai Grand Canyon Huangshan.

Baca juga : Impression Da Hong Pao di Wu Yi Shan

Sesekali beristirahat sambil menyenderkan badan kedinding batu dan sekali sekali menikmati pemandangan menakjubkan gunung gunung runcing menjulang dan lapisan lembah sempit tidak berdasar karena tidak kelihatan diselimuti kabut dan vegetasi. Meski tidak saling kenal setiap pendaki yang menuruni jalan menuju dasar lembah saling memberi semangat dan bahkan saling memberti bantuan bila diperlukan. Suatu saat saya dan istri ketinggalan jauh dibelkang dan dibelakang kami ramai serombongan orang Korea bersahut sahutan saling memanggil. Karena jalan menurun sempit hanya bisa dilalui dua orang berpapasan, kami menghalangi perjalanan mereka. Pada saat mencapai jalanan agak lega, saya dan istri mempersilahkan mereka melaju turun mendahului.

Seorang diantara mereka rupanya iba melihat saya yang jalan tertatih-tatih, sehingga dengan sukarela menuntun saya menruni puluhan anak tangga sampai ke suatu tempat yang tingkat kecuraman agak melandai. Seorang anggota rombongan kami rupanya menyadari bahwa kami sudah tertinggal jauh, sehingga seorang dari mereka berbalik arah menaiki tangga untuk menghampiri kami ke atas. Dengan dituntun oleh rekan seperjalanan itu perjalanan menurun agak lancar meski tetap tertatih tatih dengan langkah menurun satu persatu dari setiap anak tangga. Untunglah jalan dengan ribuan anak tangga itu dibangun dengan sangat baik lengkap https://www.slotjoker88.net/ dengan railing pegangan untuk memudahkan perjalanan. Setelah menempuh perjalanan menurun untuk mencapai dasar lembah di kedalaman 500 meter dari puncak dan ditempuh selama hampir 3,5jam dengan rentang jalan sekitar 3,5-4 km, akhirnya sampai distasiun kereta gantung Xihai Grand Canyon. Dengan menaiki kereta gantung tsb, kami naik kembali ke atas menuju Baiyun scenic area dan selanjutnya berjalan sejauh beberapa ratus meter ke Baiyun Hotel tempat kami menginap malam harinya. Waktu sudah menunjukkan hampir jam 18:00. Begitu masuk kamar langsung merebahkan diri. Rasanya tidak percaya mampu menuruni lembah dari puncak ke dasar kemudian kembali naik, meski dengan bantuan kereta gantung.

Hari berikutnya setelah sarapan pagi, rombongan perjalanan kami melakukan perjalanan santai diseputar Baiyun Scenic area. Namun, kami berdua memilih beristirahat di hotel karena sudah sangat kelelahan akibat perjalanan sehari sebelumnya. Namun kami sempatkan juga melihat pemandangan indadisekitar hotel dan mencoba menapaki jalan menaik curam, tetapi kemudian menyerah karena dengakul merasa sakit. Selepas makan siang kami check out dari hotel dan melanjutkan perjalan menyusuri rute perjalanan mendaki dan menurun ke pucak Huangshan bagian timur menuju Beihai Hotel yag berjarak sekitar 5,5 km. Saya memilih naik tandu karena merasa tidak fit melakukan perjalan itu namun sang istri keukeuh untuk melanjutkan berjalan kaki bersama anggorta rombongan yang lain. Meski ditandu, saya tetap merasakan “ngeri-ngeri sedap” menikmati pemandangan alam menakjubkan. Untung hari sangat cerah sehigga suasana biru danga saputan awan tipis menyelimuti beberapa puncak Huangshan yang memeberi pemandangan tiada terlukiskan dengan kata-kata. Sesekali pemikul tannda berhenti beristirahat sambil memberi kesempatan kepada saya untuk mengmbi foto-foto pemmandangan yang menakjubkan. Kedua orang pemikul tandu rupanya menyadari bahwa saya tidak boleh jauh dari rombogan sehingga langkah mereka disesuaikan dan sedapat mungkin istri saya berjalan mengikuti dari belakang.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam, kami tiba dipelataran bawah dari Beihai Hotel. Kami memilih kegiatan santai dan beristirahat malam itu untuk bangun pagi sekali sekitar jam 05 pagi untuk menyaksikan matahari terbit di Huangshan.

Impression Da Hong Pao di Wu Yi Shan

Impression Da Hong Pao di Wu Yi Shan

Daftarwisatadichina.web.id – Kota Wuyishan memang tidak terpisahkan dari keberadaan teh Da Hong Pao yang terkenal dan terkenal, yang sangat mahal. Orang Wuyishans juga merasakan kehebatan teh merah ini. Suatu bentuk pujian untuk teh ini telah terlihat dalam pertunjukan teater yang dikenal sebagai Da Hong Pao Impression.

Pertunjukan berjudul “Red Robe Tea” atau Teh Jubah Merah (Impression Da Hong Pao) berkisah tentang legenda teh Da Hong Pao yang begitu termasyur dan menjadi kebanggaan masyarakat Wuyi. Menceritakan bagaimana seorang pemuda yang jatuh hati pada seorang putri yang terpaksa berpisah selama ribuan tahun karena tak direstui ayah si putri yaitu sang raja. Setelah perjuangan cintanya pasangan tadi akhirnya bertemu dan melahirkan bibit pohon teh yang membawa kebahagiaan dan kemakmuran bagi masyarakat Wuyi.

Pagelaran teatrikal dalam bahasa Mandarin berdurasi 70 menit ini dipentaskan oleh hampir kurang 200 performer lokal. Sebagai gabungan dari pemetasan teater, orasi, tarian, dan juga atraksi. Bayangkan saja bagaimana rasanya menonton pertunjukan dengan bahasa yang tidak kita pahami namun bertahan menikmati pertunjukan ini. Rasa kekaguman saya pun makin membuncah saat tahu pertunjukkan ini adalah buah karya sutradara mandarin yang begitu kondang Zhang Yimao. Ia terkenal dengan karya filmnya antara lain Hero, The Road Home, atau Not One Less.

Baca juga : Kota Teh Wuyishan

Selain atraksi dan penampilannya pagelaran ini pun sangat spesial dan spektakuler karena seluruh penonton duduk di atas sebuah platform raksasa yang dapat bergerak berputar 360° melingkar! Penonton cukup duduk dan menghadap sebuah lokasi yang sengaja dibangun menjadi set babak demi babak cerita. Lalu saat babak cerita berganti, panggung penonton tiba-tiba bergerak berputar menghadap set baru. Begitu terus sehingga cukup membuat penonton terperangah saat tempat kami duduk tiba-tiba bergerak berputar. Terlebih saat memasuki babak cerita pertemuan sang pemuda dengan sang putri, penonton menghadap sebuah set yang mana adalah pemandangan salah satu tebing bukit batu di Pegunungan Wuyi. Dua gunung batu tersebut disorotkan lampu spotlight dan video mapping. Kontan saja saya dan seluruh penonton berteriak kagum. Sungguh sebuah pagelaran yang membuat penonton berdecak sepanjang pertunjukkan. Tidak heran jika pagelaran ini selalu penuh dikunjungi wisatawan tiap malam.

Sebuah referensi bagus sekali bagaimana sebuah daerah memafaatkan legenda lokal yang dikemas menjadi sebuah pertunjukan teatrikal untuk wisatawan, yang juga berkaitan dengan hasil komodoti masyarakat lokal yaitu teh merah Da Hong Pao khas Wuyishan. Bagi yang berencana pergi melancong ke Xiamen China, masukanlah agenda ke Wu Yi Shan dan sempatkan menonton pertunjukan ini.

Kota Teh Wuyishan

Kota Teh Wuyishan

Daftarwisatadichina.web.id – Tempat terindah di Tiongkok yang pertama kali dikunjungi adalah Gunung Wuyi. Pegunungan Wuyi, yang terletak di wilayah Cina, menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan seperti lukisan. Pegunungan Wuyi dikelilingi oleh sungai yang berliku. Di tepi sungai, ada bukit dengan tebing curam. Kombinasi sungai, gunung, dan bukit ini menciptakan harmoni yang membuat semua orang berdetak.

Kesan pertama saat tiba di Wuyishan adalah kota yang sejuk. Kebetulan kami ke sini pada saat musim yang pas, tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas antara bulan November sampai Januari. Pemandangan bukit-bukit rumput menguasai wilayah ini. Dari stasiun kereta butuh lagi sekitar 40 menit dengan bus menuju kota resort Wuyishan. Pegunungan Wuyi pun sudah langsung dapat kita lihat begitu megah dan gagah.

Puncak Gunung dan Pohon Teh
Pada akhirnya keindahan Pegunungan Wuyishan memang tak diragukan lagi. Sejak hari pertama spekukasi saya atas indahnya alam Wuyishan sudah terbayar kontan. Saya kebetulan berkesempatan mengunjungi Tianyou Peak, salah satu wisata jalan kaki naik ke atas kawasan pegunungan. Keindahan alam sudah mulai terasa. Sungguh sebuah pemandangan alam yang mengingatkan saya pada gambar-gambar negeri dongeng Cina. Atraksi wisata Tianyou ini dibagi menjadi beberapa tahapan pilihan. Tahapan awal, menengah, dan puncak. Pembagian ini berdasarkan level stamina kita saat menanjak / hiking ke atas gunung. Saya tahu diri hanya sanggup sampai tahapan menengah yaitu bagian kebun teh yang berada diapit pegunungan.

Teh memang punya peran penting dalam keberadaan kota Wuyishan. Teh di sini terkenal dengan nama Da Hong Pao. Sebuah jenis teh merah yang tumbuh diatas bebatuan Pegunungan Wuyi. Sering dijuluki sebagai rajanya teh. Nama Wuyishan pun tidak akan lepas dan kondangnya teh Da Hong Pao ini. Saking terkesannya, hingga kisah legenda termasyurnya teh Da Hong Pao pun dijadikan pertunjukkan teatrikal setiap malam yang dikemas dan disajikan dengan tata lampu, cahaya, dan proyektor yang begitu spektakuler.

Pohon teh tertua yang menjadi moyang dari semua pohon teh yang ada di seluruh kawasan Wuyishan ini pun masih ada, tumbuh, dan gagah tertanam di atas sebuah tebing di dalam salah satu celah Pegunungan Wuyi. Jumlahnya ada enam pohon yang hingga hari ini masih hidup dan masih produktif. Di usianya yang sudah mencapai 340 tahun pun pohon teh tertua ini nasih dapat dipanen dengan harga per gram-nya yang super mahal sekali. Walau demikian sudah tidak bisa diperjualbelikan dan hanya disajikan khusus untuk kelas presiden dan raja saja.

Baca juga : Avenue of Stars

Wisata Sungai Jiuqu
Alam Pegunungan Wuyi tidak saja dapat dinikmati lewat atas tapi juga lewat bawah, yaitu dengan mengarungi Sunga Jiuqu. Sungai dangkal yang berkelok-kelok mengarungi perjalanan saya di atas rakit bambu yang menjadi salah satu atraksi wisata favorit.

Satu rakit untuk 6 penumpang dan 2 orang pedayung dibagian depan dan belakang rakit. Mereka berdua tidak mengayuh rakit, melainkan mendorong dan mengemudikannya dengan menancapkan bambu ke dasar sungai. Bagian ujung bambu yang tertusuk ke dasar sungai dipasang paku besi agar bambu tidak mudah rusak.

Sepanjang sungai saya diperlihatkan pemandangan gunung, bukit, hingga tebing yang sangat indah sekali. Di beberapa tempat terlibat pahatan di tebing bertuliskan huruf kanji yang entah apa artinya, mungkin penjelasan nama bukit. Bukit dan gunung-gunung di Pegunungan Wuyi ini memiliki nama, ada sang putri, ada sang raja, ada buah dada dan lain sebagainya.

Tak terasa perjalanan dengan rakit bambu selama 90 menit disudahi saat rakit berbelok masuk dari sungai besar ke sungai kecil. Di akhir wisata sungai semua rakit bersandar di sebuah kawasan tua yang direnovasi sebagai tempat istirahat, makan dan juga belanja oleh-oleh. Sungguh sebuah kawasan wisata yang bagus dan layak menjadi salah satu destinasi jika kita berencana berlibur ke sisi Tenggara Cina.

Tips: gunakan Xiamen Airlines, selain karena harga tiket yang ekonomis (low budget airfares) tapi dapat makan dan kudapan kacang. Perjalanan dari Jakarta (T3 Soetta) ke Xiamen pun ditempuh secara direct (tanpa transit) dalam waktu kurang lebih 5 jam saja! Sebagai catatan, Xiamen Airlines terkenal sebagai maskapai terbaik di China dalam hal safety, maka di atas pesawat TIDAK DIPERKENANKAN menyalakan ponsel, walau sudah dipasang airplane mode sekalipun.

daftar wisata di china istana musim panas

Tempat Wisata Di China Summer Palace ( Istana Musim Panas)

Tempat Wisata Di China Summer Palace – Negara China memiliki banyak sekali destinasi wisata yang indah dan wajib untuk dikunjungi,salah satunya adalah Istana Musim Panas atau juga disebut Summer Palace dalam bahasa Inggris,Lokasi ini pun telah diakui sebagai situs warisan dunia yang harus dilindungi (UNESCO). Nah, berkeliling istana ini sangatlah menyenangkan. Wilayah istana yang terdiri dari bukit-bukit hijau, luasnya mencapai 300 hektar. Mirip dengan Taman Beihai, Istana Musim Panas pun dikelilingi danau yang memiliki pulau kecil di tengahnya. Konon, pulau itu adalah tempat di mana dewa naga yang melindungi warga berada.

Summer Palace terletak di Kabupaten Haidian, Beijing. Summer Palace memiliki jarak kurang lebih 15 kilometer dari pusat kota Beijing. Summer Palace menjadi taman kerajaan di Cina yang terbesar dan paling terawat baik, sangat mempengaruhi hortikultura dan lansekap Cina dengan pemandangan yang terkenal alami dan kepentingan budaya, yang juga sudah lama dikenal sebagai ‘The Museum of Royal Gardens’.

Sebagai tambahan informasi, pada tahun 1750 dulu, tempat ini digunakan sebagai tempat kediaman keluarga kerajaan di masa-masa akhir pemerintahan Dinasti Qing. Summer Palace kemudian menjadi tempat tinggal utama anggota kerajaan di akhir Dinasti Qing. Summer Palace berganti nama setelah rekonstruksi pertama pada tahun 1888. Pada tahun 1924, Summer Palace terbuka untuk umum.

Baca juga :

 

Summer Palace memancarkan keindahan alam dan kemegahan kebun kerajaan. Terutama terdiri dari Longevity Hill (Wanshou Shan) dan Danau Kunming, menempati area seluas 300,59 hektar. Ada lebih dari 3.000 bangunan kuno buatan manusia yang memiliki ruang bangunan lebih dari 70.000 meter persegi, termasuk paviliun, menara, jembatan, koridor, yang dibagi menjadi empat bagian: area pengadilan, area depan bukit, area belakang bukit dan Lake Area.

Situs area pengadilan terletak di timur laut Summer Palace. Situs ini merupakan pusat transportasi terpadu dan terbaik pertama bagi pengunjung untuk menikmati pemandangan yang menarik dari Danau Kunming dan Panjang Umur Hill.

Situs area depan bukit adalah daerah yang paling megah. Sedangkan Lake Area memiliki pemandangan di sekitar Houxi River. Area belakang bukit memiliki pemandangan yang unik dengan pohon-pohon hijau lebat dan jalan berkelok-kelok. Berjalan di sini, pengunjung dapat merasakan ketenangan.

  • Tiket : 20 Yuan (1 November – 31 Maret) ; 30 Yuan (1 April – 31 Oktober)
  • Jam Buka : 7:00-17:00 (1 November – 31 Maret) ; 6:30-18:00 (1 April – 31 Oktober)

 

Anda dapat masuk ke istana dari Utara Palace Gate, Istana Gerbang Timur, Istana Gerbang Baru dan Istana Gerbang Barat. Dengan kereta bawah tanah subway jalur 4 turun di Beigongmen Station (Beigongmen berarti Istana Gerbang Utara); atau turun di Xiyuan Station, keluar dari stasiun dari Exit C2 dan berjalan ke barat ke Istana Gerbang Timur.

Anda bisa naik bus nomor 209, 330, 331, 332, 346, 394, 683, 690, 696, 718, 801, 808, atau 826, turun di stasiun Yiheyuan dan kemudian berjalan barat ke Istana Gerbang Timur.

 

 

foto nanjing road

Tempat Wisata Di China Nanjing Road

Nanjing Road – Jika ke Shanghai jangan lupa sempatkan mampir ke Nanjing Road,Nanjing Road atau yang dikenal juga dengan nama Nanjing Lu adalah pusat perbelanjaan utama di Shanghai dan salah satu jalan yang paling sibuk di dunia.

Pada hari biasa, Nanjing Road berhiaskan lampu yang berwarna warni seperti pelangi. Perlu diketahui bahwa Nanjing Road terbagi menjadi 2, yaitu Nanjing Road Barat serta Nanjing Road Timur. Lokasi wisata yang satu ini merupakan yang terpenting di Shanghai dan wajib dikunjungi. Salah satu alasannya adalah karena Nanjing Road merupakan penghubung dari 2 lokasi wisata utama Shanghai yaitu People’s Square dan Bund.

Nanjing road timur merupakan jalanan khusus untuk para pejalan kaki. Di sepanjang jalan, bertebaran tempat-tempat perbelanjaan yang selalu ramai oleh orang-orang. Anda juga bisa menikmati berbagai menu masakan dari berbagai Negara disini.

Baca juga :

Nanjing road Barat merupakan jalanan yang diperuntukan untuk kendaraan bermotor. Dipinggir jalan terdapat trotoar yang bisa anda gunakan untuk menyusuri jalanan ini. Serta disini terdapat berbagai macam gerai-gerai dengan merk ternama dunia. Tapi jika anda hanya membawa budget yang pas-pasan, jangan khawair, disini juga tersedia Fake Market yang menjual barang-barang bermerek dengan harga miring. Tapi bukan barang ori ya. Anda diharuskan pandai dalam tawar menawar jika hendak membeli.(disarankan bisa berbahasa Mandarin).

di jalan ini penuh dengan para pejalan kaki. Bila hari besar tiba seperti perayaan natal dan tahun baru, tahun baru cina, paskah, para wisatawan banyak yang merayakannya di lokasi Nanjing Road. Untuk menambah semarak, jalan ini pun akan dihiasi dengan kembang api.

shanghai oriental pearl tower

Tempat Wisata Shanghai Pearl Tower

Tempat Wisata Shanghai Pearl Tower – Kota Shanghai adalah salah satu kota terbesar di China,Kota ini terletak di bagian tengah pantai Cina, dan terletak di pinggir mulut Sungai Yangtze.Gedung-gedung indah nan menjulang seolah telah menjadi ikon wisata di Shanghai. Salah satu yang paling terkenal apalagi kalau bukan Oriental Pearl Tower. Kemegahan dan keunikannya mampu menyedot perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.

Oriental Pearl Tower atau juga dikenal sebagai Oriental Pearl Radio TV Tower merupakan menara penyiaran dengan ketinggian 468 meter yang menyandang predikat sebagai gedung tertinggi ke-3 di Tiongkok saat ini, setelah 16 tahun menyandang predikat sebagai gedung tertinggi pertama hingga tahun 2008. Namun pada kenyataannya, pamor dan popularitas gedung ini tidak lantas turun seperti predikat ketinggiannya.

Arsitektur bangunan ini sangat unik dengan menerapkan desain berbentuk bola sebagai ciri khasnya. Di ketinggian 120 meter dan 300 meter, terdapat bagian bangunan berbentuk bola yang dihubungkan bagian bangunan yang menyerupai sebuah tangga.

Selain diperuntukkan untuk menara penyiaran, tower ini juga diperuntukkan untuk rekreasi. Salah satunya adalah terdapat dek observasi atau Sightseeing Floor setinggi 263 meter dan 259 meter yang bisa menawarkan sensasi melihat pemandangan kota Shanghai 360 derajat.

Kita dapat masuk kedalam menara tv tersebut, sesampai diatas kamu dapat melihat seisi kota Shanghai dari atas. Bila kamu melihatnya pada malam hari tentu ini akan menjadi pemandangan yang indah, seperti kita ketahui bahwa di Shanghai terkenal juga dengan bangunan-bangunan bercahaya lampu aneka ragam, berkedap-kedip, bahkan animasi. Lalu kamu pun dapat melihat suasana perkotaan dari sungai dengan menaiki kapal.

Baca juga :

Harga Tiket Oriental Pearl Tower

  1. Combo Ticket (Upper Sphere, History Museum, Huangpu River Cruise) = 260 CNY
  2. Space modul, upper sphere, lower sphere dan History Museum = 220 CNY
  3. Upper Sphere, Lower Sphere dan History Museum = 160 CNY
  4. History Museum = 35 CNY

Jam buka tutup Oriental Pearl Tower

08.30 – 21.30

Cara ke Oriental Pearl Tower

Naik Metro Line 2 dan turun di Lujiazui Station. Lalu keluar dari pintu exit 1 dan tower ultraman ini bisa langsung terlihat. Cukup berjalan kaki menuju ke sana.

Lokasi Oriental Pearl Tower

1 Century Ave, Lujiazui, Pudong Xinqu, Shanghai Shi, Tiongkok.

Fasilitas Keren Oriental Pearl Tower

Penasaran dengan fasilitas apa yang ada di dalam bola besar di Pearl Tower bagian atas? Siap-siaplah tertegun karena di bagian ini terdapat restoran berputar yang membutuhkan waktu 1,5 jam untuk berputar 360 derajat di atas ketinggian 267 meter. Wow! Waktu yang cukup untuk menikmati makanan lezat dengan panorama yang menawan.

Di bagian bola yang lebih besar di bawah, terdapat banyak area rekreasi. Di antaranya adalah Game Consoles dan Mini Roller Coaster. Lima bagian bola kecil yang mengelilinya dipergunakan untuk fasilitas hotel bertajuk ‘Space Hotel’ yang masing-masingnya terdiri dari empat kamar.

Percayalah, masih ada lagi yang bisa dinikmati selain segudang fasilitas tersebut yaitu keberadaan Museum Sejarah Shanghai di pangkalan menara serta teater dan pusat perbelanjaan. Selain itu, Oriental Pearl Tower juga menawarkan sensasi seolah berdiri melayang di udara melalui area The Glass Bottomed Sightseeing. Area ini berlantai kaca transparan sehingga memungkinkan kita untuk melihat pemandangan yang ada di bawah kaki sejauh 259 meter. Koridor sepanjang 150 meter ini menantang kita seolah berjalan melayang.

foto gunung huangshan

Tempat Wisata Alam Gunung Huangshan

Tempat Wisata Alam Gunung Huangshan – Setiap manusia pada hakikatnya membutuhkan liburan,melepaskan penat setelah lelah bekerja,atau sekedar menikmati panorama indah Negara lain, bagi yang menyukai liburan traveling menyusuri keindahan Alam,boleh di coba destinasi wisata yang terkenal,Gunung Huangshan di China.

Sejarah Pegunungan Huangshan

Sebelum berkunjung atau berlibur ke pegunungan ini maka terlebih dahulu kita harus mengetahui mengenai sejarah dari pegunungan Huangshan bukan? Pegunungan Huangshan sebenarnya juga sering disebut sebagai Yellow Mountain. Mengapa disebut sebagai Yellow Mountain? Dinamakan sebagai Yellow Mountain karena beberapa legenda yang mengatakan jika dahulu ada Kaisar Kuning yang tak lain tak bukan adalah dewa membuat pil keabadian di gunung Huangshan itu. Selain itu apakah kalian tahu jika gunung Huangshan merupakan obyek alam yang seringkali muncul dalam lukisan atau seni China kuno. Hal ini menandakan jika gunung Huangshan merupakan salah satu obyek alam yang suci dan dihargai saat itu sehingga menjadi penting bagi artistik bagi China sendiri.Nama Yellow Mountain sendiri diberikan untuk menghormati dewa (Kaisar Kuning) yang sudah kita bahas tadi sedikit di atas.

Tips/Saran sebelum pergi ke Huangshan

Sebelum kalian pergi ke Gunung Huangshan maka kalian bisa memperhatikan beberapa tips di bawah ini sehingga ketika berkunjung ke sana akan lancar. Apa saja tipsnya? Yang pertama adalah tips bagi kamu yang ingin mendaki ke Gunung Huangshan tanpa naik cable car, ada dua jalur yang bisa kamu gunakan untuk mendaki dengan aman yaitu rute pendek 7,5 kilometer dan rute panjang yang bisa mencapai 15 kilometer.

Bawa air minum yang cukup dan juga makanan jika kamu ingin mendaki. Jangan lupa juga untuk membawa jaket yang cukup tebal karena hawa disana cukuplah dingin. Atau jika mau kita bisa membayar jasa porter untuk mengangkat kita hingga sampai ke atas gunung, jadi meringankan kita dan serasa seperti saudagar kaya jaman dahulu deh!!

Baca juga :

Fasilitas di Gunung Huangshan

Walaupun namanya wisata alam, tetap saja akan berada beberapa fasilitas yang bisa kita nikmati di gunung Huangshan ini. Kita bisa menikmati beragam fasilitas salah satunya yang disediakan oleh pemerintah adalah Cable Car yang bisa kita naiki dan mengantarkan kita sampai ke puncak gunug begitu juga untuk turun.

Cable Car ini disediakan bagi orang yang mungkin sudah memiliki fisik yang tidak kuat namun tetap ingin melihat keindahan alam di Gunung Huangshan tanpa perlu mendaki lebih dari 60 ribu anak tangga itu. Melalui perjalanan dari bawah ke puncak kita akan disuguhi oleh pemandangan indah alam pegunungan Huangshan.

Selain menaiki cable car, jika kita menginginkan untuk bermalam di Gunung Huangshan juga bisa ya. Kita bisa menginap di hotel yang ada di salah satu puncak Gunung Huangshan. Walaupun berada di puncaknya namun kita tetap bisa merasakan fasilitas hotel yang baik. Soal makanan tenang saja karena hotel ini juga menyediakan makanan untuk para tamunya.

Sehingga ketika bangun pagi dari hotel ini kita bisa segera keluar hotel dan melihat matahari terbit dari depan hotel. Tentu saja ini pengalaman yang menarik dan menakjubkan bukan? Jadi ketika mampir ke Gunung Huangshan sebaiknya jangan lupa untuk menginap di hotel yang ada di gunungnya itu ya!

Keindahan di Gunung Huangshan

Mungkin banyak dari kalian yang bertanya-tanya apa saja yang bisa kita nikmati di pegunungan ini? Apakah tidak sama saja dengan gunung-gunung lainnya? Jawabannya adalah tidak! Banyak sekali yang bisa kita rasakan dan nikmati keindahannya dari pegunungan Huangshan, yang pertama adalah kita bisa melihat indahnya matahari terbit dengan indah dari puncak Huangshan. Lalu kita juga bisa melihat di sekeliling ketika mendaki, pegunungan Huangshan ini dikelilingi banyak sekali awan sehingga membuat kita merasakan seperti berada di negeri atas awan.

Jika kita berjalan untuk mendaki maka kita bisa menemukan spot favorit di tempat ini yaitu Welcome Pine dimana ada pohon pinus yang menyambut dan usianya diperkirakan sudah mencapai 1500 tahun.

Tidak hanya itu saja, di dalam pegunungan Huangshan ini kita juga bisa menemukan sumber air panas alami dengan suhu sekitar 42 derajat yang mana bisa menenangkan pikiran dan merilekskan tubuh dan juga bisa mengatasi berbagai macam penyakit kulit yang kita derita.Fenomena yang tak kalah uniknya adalah kita bisa menemukan cahaya Buddha yang terjadi hanya pada matahari terbit dan sebulan sekali. Jadi pastikan datang di waktu yang tepat untuk bisa melihat semua keindahan itu dengan puas.

Semoga informasi yang kami berikan ini dapat bermanfaat dan menjadi referensi anda untuk melakukan perjalanan wisata anda.