Wisata di China terpopuler

Wisata di China terpopuler

Wisata di China terpopuler – Berikut ini merupakan artikel tentang tempat wisata di china terpopuler yang wajib anda datangi jika anda berkunjung ke negri tirai bambu.

Negeri Tiongkok memiliki destinasi wisata mengagumkan yang menarik perhatian dunia. Kamu bisa mengunjungi kota yang ramai, atau mencari ketenangan sebuah kuil kuno, negara ini penuh dengan pengalaman yang luar biasa.
China sebagai tujuan wisata menawarkan ruang eksplorasi tanpa batas. Tempat wisata di China bisa meliputi kawasan bersejarah, lanskap kota, hingga pusat perbelanjaan. Negara ini dikenal dengan suasa oriental yang eksotis. Sejumlah tempat wisata di China bahkan telah menjadi warisan dunia yang ditetapkan UNESCO.

Tembok Besar Tiongkok

Tempat wisata di China ini sudah tak diragukan lagi kepopulerannya. Salah satu tujuh keajaiban dunia ini menjadi destinasi favorit wisatawan dari seluruh belahan dunia. Tembok Besar Tiongkok memiliki panjang 8.850 km. Tembok Besar Tiongkok merupakan truktur buatan manusia terpanjang di dunia.

Ada beberapa bagian Tembok Besar Tiongkok yang menarik bagi pengunjung. Badaling adalah bagian dinding yang paling populer. Bagian ini dengan Beijing dan mudah diakses dan didaki.

Forbiden City

Forbiden City atau Kota Terlarang terletak di jantung kota Beijing dan harus dikunjungi ketika kamu mengunjungi negara ini. Forbiden City merupakan bangunan terbesar dan terpenting di China. Forbiden City dibangun antara 1406 dan 1420 sebagai kediaman 24 Kaisar Ming dan Qing. Forbiden City memiliki luas sekitar 720.000 meter persegi.

Istana Potala

Struktur bersejarah Tiongkok yang paling dikenal lainnya adalah Istana Potala yang megah di kota Lhasa, Tibet. Istana ini dibangun sebagai benteng dan tempat tinggal bagi Dalai Lama. Bangunan istana ini berukuran 400 meter timur-ke-barat dan 350 meter utara-ke-selatan. Bangunan ini memiliki tiga belas tingkat – memiliki lebih dari 1.000 kamar, 10.000 tempat pemujaan dan sekitar 200.000 patung.

Terracotta Army

Terracotta Army atau Pasukan terakota merupakan kumpulan 8.099 terakota berbentuk tokoh prajurit dan kuda dengan ukuran asli. Terakota adalah tembikar yang terbuat dari tanah liat. Terracotta Army terletak di dekat makam dari Kaisar pertama dinasti Qin,Qin Shi Huang. Terakota dibangun pada 210 SM–209 SM sebagai bentuk seni pemakaman dengan maksud untuk melindungi Kaisar Qin sesudah kematiannya.

Baca Juga :Wisata Kuliner Menarik di China

Pudong Skyline

Pudong, sebuah distrik di Shanghai yang terletak di sebelah timur Sungai Huangpu. Pudong Skyline sangat indah untuk diamati pada malam hari. Sungai Huangpu yang tenang kontras dengan lampu-lampu kota yang gemerlap menjadikan tempat ini menarik dinikmati. Kehidupan malam di Pudong Skyline dipenuhi dengan berbagai kegiatan dengan berbagai tempat buka 24/7. Suasana malam di kawasan ini memberikan pengalaman yang setara dengan Las Vegas dan New York.

Victoria Harbour

Victoria Harbour merupakan sebuah pelabuhan terbesar di Hong Kong. Pelabuhan ini tak hanya menjadi tempat berasndarnya kapal, namun juga menjadi destinasi wisata yang menarik. Victoria Harbour menjadi bagian dari jantung kota yang berdenyut dan salah satu lansekap kota paling mengagumkan di dunia. Dari Victoria Harbour kamu bisa melihat gedung-gedung pencakar langit yang ada di Hong Kong.

Kangen Masakan Indo Buatan Orang China

Kangen Masakan Indo Buatan Orang China

daftarwisatadichina.web.id Luo Yang adalah salah satu daerah di China yang menyediakan masakan asli dari indonesia yang bertemakan Indonesia juga. Jadi siapa tahu kangen dengan masakan Indo ketika masih di China boleh di cek langsung di daerah Luo Yang. Berikut adalah artikel mengenai Wonderful Indonesia.

Restoran Wonderful Indonesia hadir di Luoyang, Provinsi Henan, China. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana meresmikan restoran yang berada lantai 25 Hotel Peony Plaza Itu.
I Gde Pitana sekaligus memaparkan 10 destinasi prioritas yang disebut ’10 Bali Baru’, target pencapaian serta informasi bebas visa bagi wisatawan China yang akan berkunjung ke Indonesia.
“Kami yakin restoran ini bisa berkembang pesat, sekaligus mempromosikan Wonderful Indonesia melalui kuliner,” kata Pitana.
Dalam acara yang diliput 12 media China itu hadir Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Selatan Irene Camelyn Sinaga yang juga mempromosikan tarian Sriwijaya Sumatera Selatan di China. Dia memboyong 3 putri Sriwijaya asal kota Palembang yakni Cindy Nathania Salim, Kartini Lanasari dan Nur Wulan Puspanegara untuk membawakan tarian Gending Sriwijaya dengan kustom yang menarik. Beberapa pertunjukan kesenian Indonesia terdiri dari tarian burung Garuda yang dibawakan oleh dua seniman berasal dari kota Malang, Yoseph Agus Kristian dan Ajik Rachmad Suhendar.

Baca Juga : Kuliner Halal Di China

Mereka mengenakan kostum karnaval seberat 30 kg dengan tinggi 3,5 meter. Penampilan mereka berhasil memukau penonton yang terdiri dari media dan pengusaha serta pelaku usaha pariwisata setempat. Penyanyi dan penulis lagu Suryani membawakan 2 buah lagu Mandarin yang tidak asing lagi bagi warga China yang menceritakan indahnya alam Pulau Bali.
Setelah selesai pertunjukan pentas kesenian di lobby Louyang Peony Plaza Hotel, acara dilanjutkan dengan peresmian dengan pengguntingan pita oleh I Gde Pitana yang didampingi Irene Camelyn Sinaga, Wei Dong selaku pemilik hotel dan Madam Wen, General Manager Louyang Peony Plaza Hotel. Pelaksanaan gunting pita dilaksanakan pada pukul 16.18 waktu setempat yang ditutup dengan pemakaian ikat kepala khas Bali yakni Udeng oleh Gde Pitana kepada Wei Dong.

Menu hasil kolaborasi seni memasak kedua negara mampu mengoyang lidah seluruh pengunjung pada saat makan malam Wonderful Indonesia yang diiringi lantunan musik Suling Sunda. Selain peresmian Restoran Wonderful Indonesia, akan dipentaskan Wonderful Indonesia Night yang akan dihadiri oleh seluruh peserta pameran PATA adventure dari Asia Pasifik yang sedang pameran di kota Luoyang

Kuliner Halal Di China

Kuliner Halal Di China

daftarwisatadichina.web.id Untuk beberapa Orang sangat sulit untuk menikmati makanan di China karena hampir semua makanannya mengandung babi. Dan untuk beberapa kaum yang mengharamkannya akan menjadi kendala dalam bidang konsumsi. Apalagi untuk penikmat kuliner. Kali ini kami akan memberikan artikel mengenai Lanzhou yaitu surga kuliner halal di China.

Sekilas Pasar Malam Zhengning di Kota Lanzhou tidak memiliki perbedaan mendasar dengan pasar-pasar malam lainnya di Cina, Hong Kong, dan Taiwan. Apalagi jika memasukinya hanya dua hingga sepuluh langkah dari pintu gerbang, nyaris tidak ada ciri khas yang menjadikan Ibu Kota Provinsi Gansu itu berkarakter.Perbedaan baru terasa saat dua atau tiga lapak pedagang terlewati. Di situlah karakter Lanzhou sebagai kota yang identik dengan kuliner halal di Cina sudah mulai terasa. Separuh badan Jalan Zhengning tertutup oleh lapak-lapak yang menjual beraneka ragam jenis makanan tradisional mulai dari kue berbahan dasar tepung hingga daging sapi dan dan daging kambing bakar.

Berbeda dengan restoran atau rumah makan halal lainnya di daratan Cina, makanan yang dijual para pedagang di Kota Lanzhou tidak perlu diberi label ‘qing zhen’ atau halal. “Dari pakaian penjualnya saya sudah tahu kalau makanan mereka ‘qing zhen’,” kata Liu Chun, dari Kantor Berita Xinhua Biro Lanzhou yang menemani Antara menyusuri Pasar Malam Zhengning.Meskipun bukan seorang Muslim, Liu sangat menyukai kuliner yang dijual di pasar malam salah satu kota tertua di daratan Cina itu. “Satai, kebab, mi, bubur, dan hampir semua yang dijual di sini saya suka,” tutur pria itu sambil menyeruput sup ayam dari mangkuk kecil.

Baca Juga : Tujuan Wisata Esek Esek Di Shenzen

Selain murah dan banyak pilihan, makanan halal tersebut dimasak dan diproses lebih higienis. Keluwesan gadis-gadis berkerudung dalam menyuguhkan makanan kepada para pembeli menjadi daya tarik tersendiri sehingga orang-orang rela berjubel menyusuri Jalan Zhengning yang sempit itu hingga larut malam.Tidak heran pula, kalau Pasar Malam Zhengning menjadi tujuan yang wajib dikunjungi oleh wisatawan atau siapa pun yang sempat menyinggahi Kota Lanzhou. Namun para pengunjung harus rela antre dan berdesak-desakan dengan pengunjung lainnya kalau ingin memanjakan lidah dengan berbagai makanan bercita rasa mirip Timur Tengah itu.

Para pembeli biasanya memesan dulu jenis makanan yang diinginkannya di lapak-lapak yang ditunggui para pedagang pria berkopiah putih. Setelah dibayar, baik dengan cara tunai atau dengan memindai barkode Alipay atau WeChat yang tertera di etalase pedagang, pembeli bisa memilih tempat duduk yang berderet di belakang lapak, tapi harus bersabar sampai kursi benar-benar kosong ditinggalkan oleh pembeli lainnya.

Atau bisa juga langsung menuju restoran. Kemudian memesan makanan kepada penjual di lapak melalui pelayan. Itu pun harus mengantre sampai tersedianya kursi di restoran tersebut.”Pasar ini tidak pernah sepi. Hampir setiap malam situasinya ya begini,” kata Liu yang merasa lega mendapatkan kursi di salah satu restoran setelah mengantre selama lebih dari setengah jam.Tidak diketahui pasti jumlah lapak yang menyajikan makanan halal khas Lanzhou. Namun jika melihat deretan penjual makanan di Pasar Malam Zhengning seperti bukan berada di Cina karena para penjualnya mengenakan pakaian serba putih, khususnya para pria yang mengenakan kopiah haji.