TEMPAT WISATA CHINA PASCA EPIDEMI

TEMPAT WISATA CHINA PASCA EPIDEMI

TEMPAT WISATA CHINA PASCA EPIDEMI – Mungkin kalian juga sudah tau COVID 19, sudah mulai tahun oktober 2019 di cina dan menyebar luas hingga ke Indonesia tahun 2022,dan tempat wisata china pun banyak yang di tutup selama 2 bulan,berikut tempat wisata china yang di tutup.Epidemi Omicron di Tiongkok berakhir di akhir Mei 2022. Pemerintah di sana kini menggalakkan pariwisata yang selama dua bulan lockdown di kota-kota besar, pariwisata mati suri.Dilansir dari China Highlights berikut rekomendasi 15 tempat wisata yang wajib dikunjungi di Tiongkok untuk setiap tur Tiongkok klasik.

-Tembok Besar Tiongkok di Beijing

Salah satu simbol ikonik Tiongkok, Tembok Besar adalah tembok terpanjang di dunia, sebuah prestasi arsitektur pertahanan kuno yang menakjubkan.
Jalurnya yang berkelok-kelok di atas pedesaan yang terjal dan pegunungan yang curam menyuguhkan pemandangan yang luar biasa. Itu layak mendapat tempat di antara “Tujuh Keajaiban Dunia Baru” dan Situs Warisan Dunia UNESCO di Tiongkok.
Tembok itu membentang dari perbatasan barat Tiongkok ke pantai timur, dengan total panjang sekitar 5.000 km (3.100 mil), tetapi bagian yang paling terintegrasi dan terpelihara dengan baik berada di dekat Beijing. Jadi inilah yang biasanya orang maksudkan saat menyebut Tembok Besar Tiongkok.

-Sungai Li di Guilin & Yangshuo – Pemandangan Paling Terkenal di Tiongkok

Lanskap karst di sepanjang Sungai Li telah memikat hati para seniman. Generasi pelukis dan penyair Tiongkok telah terinspirasi oleh keindahan alam di sana, menggunakan pena dan kuas mereka untuk menangkap pemandangan alam yang menakjubkan.
Saat ini tempat ini menjadi tujuan fotografi yang populer. Ketika pelancong Tiongkok mencari tempat untuk keindahan alam, pertama-tama mereka memikirkan Sungai Li dan Yangshuo.Bagian Sungai Li sepanjang 83 kilometer antara Guilin dan Yangshuo adalah yang paling indah. Lanskap sungai dihiasi dengan bukit-bukit yang mengejutkan, tebing curam, dan desa-desa pertanian, dan dipagari dengan rumpun bambu.
Mengambil pelayaran santai atau mendaki moderat ramah keluarga 3-4 jam (lebih lanjut tentang hiking Sungai Li) adalah cara yang baik untuk menikmati keindahan Sungai Li.
Sungai Li terdaftar sebagai salah satu dari “Sepuluh Keajaiban Berair Teratas Dunia” oleh Majalah National Geographic Amerika. Beberapa tokoh terkenal dunia telah mengunjungi Sungai Li, termasuk mantan Presiden AS Bill Clinton dan George Bush (senior), dan Bill Gates.Pengunjung dapat menantang diri untuk SUP (stand-up paddleboard, yaitu rakit mini) di Sungai Yulong, naik rakit bambu, melakukan tur bersepeda ke pedesaan atau berkendara dengan kendaraan segala medan yang mengasyikkan.
Tempat Wisata Di China Kota Guilin

Tempat Wisata Di China Kota Guilin

Kota Guilin berada di sebelah timur laut negara China yang juga merupakan salah satu kota yang terkenal dari negara ini. Menjadi tempat wisatawan asing yang ingin melihat keindahan sungai yang mengalir di tengah kota ini.

Guilin ialah sebuah kota di Republik Rakyat China yang terletak di timur laut Kawasan Otonomi Guangxi Zhuang. Kota ini berpenduduk 707.200 jiwa (2004) dan sejak lama menjadi daerah tujuan wisata. Terletak di bantaran Sungai Li, namanya berarti hutan Osmanthus fragrans, karena banyaknya tanaman ini di kota ini yang hampir menghiasi setiap sudut kota.

BACA JUGA :

Dengan jumlah penduduk sekitar 1.3 Juta jiwa kota ini memiliki pendapatan perkapita kota sebesar ¥ 19.435 (sekitar US $ 2.858) pada tahun 2009, dan menduduki peringkat no. 125 di antara 659 kota di yang ada dinegara Cina.

Sebagian penduduk yang tinggal di kota pun mayoritas bekerja di bidang Industri lokal seperti farmasi barang, ban , mesin , pupuk , sutra , parfum, anggur, teh, kayu manis , obat herbal.

Sedangkan bagi penduduk yang tinggal di daerah pedesaan mayoritas melakukan cocok tanam dan menghasilkan produk yang kemudian di jual di daerah perkotaan bahkan hingga ke kota lainnya. Produk hasil pertanian lokal yang mereka hasilkan seperti : Shatian Pomelo , oranye musim panas , Fructus Momordicae ,ginkgo , bulan kesemek , Lipu Taro , Alkohol Sanhua , saus lada , Bihun Guilin, dsb.

Sampai tahun 1949, hanya pembangkit listrik tenaga uap, pabrik semen, dan beberapa pabrik tekstil berskala kecil menjadi tanda adanya industrialisasi di Guilin. Meskipun, sejak tahun 1950-an Guilin memiliki elektronik, teknik dan peralatan pertanian, obat-obatan, karet dan bus, dan juga memiliki tekstil dan pabrik-pabrik benang katun. Pengolahan makanan, termasuk pengolahan produk agrikultural di daerah setempat, tetap menjadi industri yang paling penting. Industri yang lebih baru dan lebih maju, dilengkapi dengan teknologi tinggi dan industri tersier ditanda dengan perdagangan dan jasa pariwisata.

Penduduk kota inipun terdiri dari beragam etnis yang menghuni baik di desa maupun di kota Guilin seperti etnis Zhuang, etnis Yao, etnis Hui, etnis Miao, etnis Han dan etnis Dong.