Fakta Unik Tentang Tembok Besar China

Fakta Unik Tentang Tembok Besar China – Seperti yang kita semua ketahui bahwa negara China terkenal dengan tempat wisata tembok besar yang menjadi salah satu destinasi para wisatawan. Bukan hanya karena jadi destinasi favorit banyak orang ketika berlibur ke negara Tiongkok, tapi karena namanya sering muncul dalam buku sejarah sebagai salah satu tujuh keajaiban dunia versi UNESCO. Buat kamu yang SD sekitar tahun 1990 hingga awal 2000-an, kamu pasti sering melihat gambar Tembok Besar China di buku sejarah.

Tembok Besar Cina ini menyimpan banyak fakta menarik untuk diketahui, apa saja?

Fakta Unik Tentang Tembok Besar China

1. Tembok Besar Cina tidak terlihat dari Bulan

Salah satu mitos populer yang beredar seputar Tembok Besar Cina adalah bahwa bangunan ini terlihat dari luar angkasa, bahkan dari Bulan. Well, untuk sebuah bangunan bersejarah, Tembok Besar Cina memang luar biasa. Sayangnya, tembok kebanggaan masyarakat Tiongkok ini tidak terlihat dari luar angkasa, apalagi dari Bulan.

Salah satu penyebabnya karena bangunan ini cenderung menyatu dengan lanskap sekitarnya. Ditambah dengan jarak antara permukaan Bumi dengan Statsiun Luar Angkasa yang sangat jauh, membuat Tembok Besar Cina tidak bisa dilihat dari luar angkasa.

2. Nama aslinya ternyata bukan The Great Wall of Cina

Kita mengenal bangunan ini sebagai The Great Wall of China yang jika diterjemahkan berarti Tembok Besar Cina. Sedangkan beberapa negara Barat menyebutnya sebagai The Chinese Wall alias Tembok Cina. Tapi di Tiongkok sendiri, orang-orang justru memiliki nama lain.

Alih-alih menyebut The Great Wall of China, mereka menyebut tembok bersejarah ini dengan nama 万里长城 atau Wànlǐ Chángchéng. Dalam bahasa Mandarin, Wànlǐ Chángchéng sendiri memiliki arti Tembok Panjang 1.000 Mil.

Baca Juga  : Tempat Wisata Penuh Misteri di China

3. Tembok Besar Cina lebih panjang dari Sungai Nil

Salah satu alasan mengapa tembok ini begitu penting, bukan cuma karena sejarahnya, melainkan karena panjangnya. Tidak tanggung-tanggung, dengan tinggi 6 meter, Tembok Besar Cina memiliki panjang 21.196 km.

Dengan ukuran sepanjang ini, Tembok Besar Cina bahkan lebih panjang dari tiga sungai terpanjang di dunia yakni sungai Nil, sungai Amazon, dan sungai Yangtze dijadikan satu.

4. Butuh sekitar 1.800 tahun untuk membangun tembok ini

Terbentang sepanjang 21.196 km dan melintasi 9 provinsi, Tembok Besar Cina sebenarnya adalah sekumpulan tembok yang disambungkan jadi satu. Pembangunan Tembok Besar Cina dimulai pada Dinasti Zhou Barat tahun 1046 hingga 771 SM. Setelah kekuasaan Dinasti Zhou Barat berakhir, Dinasti Qin kemudian menghubungkan semua tembok menjadi satu.

Pembangunan dimulai dari tahun 259 hingga 210 SM. Pembangunan dilanjutkan oleh Dinasti Han menggunakan bahan berkualitas baik dengan tujuan untuk mempertahankan negara. Pembangunan Tembok Besar Cina baru benar-benar dikerjakan dengan serius saat Dinasti Ming berkuasa dari tahun 1368 sampai 1644.

Hasilnya, mereka berhasil membangun tembok sepanjang 5.500 mil sekaligus merawat tembok yang dibangun pada dinasti-dinasti sebelumnya sehingga kita bisa melihatnya hari ini.

Tempat Wisata Di China Tembok Besar Cina

Tempat Wisata Di China Tembok Besar Cina

Salah satu tempat menarik dan wajib untuk dikunjungi adalah tembok besar Cina yang merupakan salah satu keajaiban dunia. Salah satu ikon negara Tirai Bambu ini pun sering kali menjadi tujuan utama bagi para wisatawan asing yang ingin melihat kemegahan tembok yang hingga saat ini masih berdiri kokoh.

Tembok Besar Tiongkok atau Tembok Raksasa Tiongkok juga dikenal di Tiongkok dengan nama Tembok Sepanjang 10.000 Li¹ merupakan bangunan terpanjang yang pernah dibuat manusia, terletak di Tiongkok.

BACA JUGA :

Tembok Besar Tiongkok dianggap sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia. Pada tahun 1987, bangunan ini dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

Tembok Besar Tiongkok tidak panjang terus menerus, tetapi merupakan kumpulan tembok-tembok pendek yang mengikuti bentuk pegunungan Tiongkok utara. Pada tanggal 18 April 2009, setelah investigasi secara akurat oleh pemerintah Republik Rakyat Tiongkok, diumumkan bahwa tembok raksasa yang dikonstruksikan pada periode Dinasti Ming panjangnya adalah 8.851 km.

Menurut catatan sejarah, setelah tembok panjang dibangun oleh Ming, barulah dikenal istilah “changcheng” “tembok besar” atau “tembok panjang”. Sebelumnya istilah tersebut tidak ditemukan. Istilah Tembok Besar Tiongkok dalam Bahasa Mandarin adalah “wanli changcheng”, bermakna “tembok yang panjangnya 10 ribu li”. Pada masa sekarang istilah ini resmi digunakan.

Pada tahun 2009, Badan Survei dan Pemetaan dan Badan Administrasi Warisan Budaya Republik Rakyat Tiongkok melakukan penelitian untuk menghitung ulang panjang Tembok Besar Tiongkok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tembok Besar Tiongkok lebih panjang daripada rentang yang saat ini diketahui. Menurut pengukuran, panjang keseluruhan tembok mencapai 8.850 km. Proyek tersebut juga telah menemukan bagian-bagian tembok lain yang panjangnya 359 km, parit sepanjang 2232 km, serta pembatas alami seperti perbukitan dan sungai sepanjang 2232 km. Rentang rata-rata Tembok Besar Tiongkok adalah 5000 km, umumnya dikutip dari berbagai catatan sejarah.

Sejarahnya, pembangunan tembok adalah salah satu bagian terpenting dalam sejarah arsitektur Tiongkok, yakni untuk membatasi wilayah-wilayah perkotaan dan perumahan. Berbagai teori mengapa tembok besar didirikan antara lain sebagai benteng pertahanan, batas kepemilikan lahan, penanda perbatasan dan jalur komunikasi untuk menyampaikan pesan.

Berdasarkan bukti tertulis yang bisa diterima umum, pada dasarnya Tembok Besar Tiongkok dikonstruksikan mayoritas pada periode Dinasti Qin, Dinasti Han dan Dinasti Ming. Namun, sebagian besar rupa tembok raksasa yang berdiri pada saat ini merupakan hasil dari periode Ming.