Kuliner Halal Di China

daftarwisatadichina.web.id Untuk beberapa Orang sangat sulit untuk menikmati makanan di China karena hampir semua makanannya mengandung babi. Dan untuk beberapa kaum yang mengharamkannya akan menjadi kendala dalam bidang konsumsi. Apalagi untuk penikmat kuliner. Kali ini kami akan memberikan artikel mengenai Lanzhou yaitu surga kuliner halal di China.

Sekilas Pasar Malam Zhengning di Kota Lanzhou tidak memiliki perbedaan mendasar dengan pasar-pasar malam lainnya di Cina, Hong Kong, dan Taiwan. Apalagi jika memasukinya hanya dua hingga sepuluh langkah dari pintu gerbang, nyaris tidak ada ciri khas yang menjadikan Ibu Kota Provinsi Gansu itu berkarakter.Perbedaan baru terasa saat dua atau tiga lapak pedagang terlewati. Di situlah karakter Lanzhou sebagai kota yang identik dengan kuliner halal di Cina sudah mulai terasa. Separuh badan Jalan Zhengning tertutup oleh lapak-lapak yang menjual beraneka ragam jenis makanan tradisional mulai dari kue berbahan dasar tepung hingga daging sapi dan dan daging kambing bakar.

Berbeda dengan restoran atau rumah makan halal lainnya di daratan Cina, makanan yang dijual para pedagang di Kota Lanzhou tidak perlu diberi label ‘qing zhen’ atau halal. “Dari pakaian penjualnya saya sudah tahu kalau makanan mereka ‘qing zhen’,” kata Liu Chun, dari Kantor Berita Xinhua Biro Lanzhou yang menemani Antara menyusuri Pasar Malam Zhengning.Meskipun bukan seorang Muslim, Liu sangat menyukai kuliner yang dijual di pasar malam salah satu kota tertua di daratan Cina itu. “Satai, kebab, mi, bubur, dan hampir semua yang dijual di sini saya suka,” tutur pria itu sambil menyeruput sup ayam dari mangkuk kecil.

Baca Juga : Tujuan Wisata Esek Esek Di Shenzen

Selain murah dan banyak pilihan, makanan halal tersebut dimasak dan diproses lebih higienis. Keluwesan gadis-gadis berkerudung dalam menyuguhkan makanan kepada para pembeli menjadi daya tarik tersendiri sehingga orang-orang rela berjubel menyusuri Jalan Zhengning yang sempit itu hingga larut malam.Tidak heran pula, kalau Pasar Malam Zhengning menjadi tujuan yang wajib dikunjungi oleh wisatawan atau siapa pun yang sempat menyinggahi Kota Lanzhou. Namun para pengunjung harus rela antre dan berdesak-desakan dengan pengunjung lainnya kalau ingin memanjakan lidah dengan berbagai makanan bercita rasa mirip Timur Tengah itu.

Para pembeli biasanya memesan dulu jenis makanan yang diinginkannya di lapak-lapak yang ditunggui para pedagang pria berkopiah putih. Setelah dibayar, baik dengan cara tunai atau dengan memindai barkode Alipay atau WeChat yang tertera di etalase pedagang, pembeli bisa memilih tempat duduk yang berderet di belakang lapak, tapi harus bersabar sampai kursi benar-benar kosong ditinggalkan oleh pembeli lainnya.

Atau bisa juga langsung menuju restoran. Kemudian memesan makanan kepada penjual di lapak melalui pelayan. Itu pun harus mengantre sampai tersedianya kursi di restoran tersebut.”Pasar ini tidak pernah sepi. Hampir setiap malam situasinya ya begini,” kata Liu yang merasa lega mendapatkan kursi di salah satu restoran setelah mengantre selama lebih dari setengah jam.Tidak diketahui pasti jumlah lapak yang menyajikan makanan halal khas Lanzhou. Namun jika melihat deretan penjual makanan di Pasar Malam Zhengning seperti bukan berada di Cina karena para penjualnya mengenakan pakaian serba putih, khususnya para pria yang mengenakan kopiah haji.