Kangen Masakan Indo Buatan Orang China

Kangen Masakan Indo Buatan Orang China

daftarwisatadichina.web.id Luo Yang adalah salah satu daerah di China yang menyediakan masakan asli dari indonesia yang bertemakan Indonesia juga. Jadi siapa tahu kangen dengan masakan Indo ketika masih di China boleh di cek langsung di daerah Luo Yang. Berikut adalah artikel mengenai Wonderful Indonesia.

Restoran Wonderful Indonesia hadir di Luoyang, Provinsi Henan, China. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana meresmikan restoran yang berada lantai 25 Hotel Peony Plaza Itu.
I Gde Pitana sekaligus memaparkan 10 destinasi prioritas yang disebut ’10 Bali Baru’, target pencapaian serta informasi bebas visa bagi wisatawan China yang akan berkunjung ke Indonesia.
“Kami yakin restoran ini bisa berkembang pesat, sekaligus mempromosikan Wonderful Indonesia melalui kuliner,” kata Pitana.
Dalam acara yang diliput 12 media China itu hadir Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Selatan Irene Camelyn Sinaga yang juga mempromosikan tarian Sriwijaya Sumatera Selatan di China. Dia memboyong 3 putri Sriwijaya asal kota Palembang yakni Cindy Nathania Salim, Kartini Lanasari dan Nur Wulan Puspanegara untuk membawakan tarian Gending Sriwijaya dengan kustom yang menarik. Beberapa pertunjukan kesenian Indonesia terdiri dari tarian burung Garuda yang dibawakan oleh dua seniman berasal dari kota Malang, Yoseph Agus Kristian dan Ajik Rachmad Suhendar.

Baca Juga : Kuliner Halal Di China

Mereka mengenakan kostum karnaval seberat 30 kg dengan tinggi 3,5 meter. Penampilan mereka berhasil memukau penonton yang terdiri dari media dan pengusaha serta pelaku usaha pariwisata setempat. Penyanyi dan penulis lagu Suryani membawakan 2 buah lagu Mandarin yang tidak asing lagi bagi warga China yang menceritakan indahnya alam Pulau Bali.
Setelah selesai pertunjukan pentas kesenian di lobby Louyang Peony Plaza Hotel, acara dilanjutkan dengan peresmian dengan pengguntingan pita oleh I Gde Pitana yang didampingi Irene Camelyn Sinaga, Wei Dong selaku pemilik hotel dan Madam Wen, General Manager Louyang Peony Plaza Hotel. Pelaksanaan gunting pita dilaksanakan pada pukul 16.18 waktu setempat yang ditutup dengan pemakaian ikat kepala khas Bali yakni Udeng oleh Gde Pitana kepada Wei Dong.

Menu hasil kolaborasi seni memasak kedua negara mampu mengoyang lidah seluruh pengunjung pada saat makan malam Wonderful Indonesia yang diiringi lantunan musik Suling Sunda. Selain peresmian Restoran Wonderful Indonesia, akan dipentaskan Wonderful Indonesia Night yang akan dihadiri oleh seluruh peserta pameran PATA adventure dari Asia Pasifik yang sedang pameran di kota Luoyang

Kuliner Halal Di China

Kuliner Halal Di China

daftarwisatadichina.web.id Untuk beberapa Orang sangat sulit untuk menikmati makanan di China karena hampir semua makanannya mengandung babi. Dan untuk beberapa kaum yang mengharamkannya akan menjadi kendala dalam bidang konsumsi. Apalagi untuk penikmat kuliner. Kali ini kami akan memberikan artikel mengenai Lanzhou yaitu surga kuliner halal di China.

Sekilas Pasar Malam Zhengning di Kota Lanzhou tidak memiliki perbedaan mendasar dengan pasar-pasar malam lainnya di Cina, Hong Kong, dan Taiwan. Apalagi jika memasukinya hanya dua hingga sepuluh langkah dari pintu gerbang, nyaris tidak ada ciri khas yang menjadikan Ibu Kota Provinsi Gansu itu berkarakter.Perbedaan baru terasa saat dua atau tiga lapak pedagang terlewati. Di situlah karakter Lanzhou sebagai kota yang identik dengan kuliner halal di Cina sudah mulai terasa. Separuh badan Jalan Zhengning tertutup oleh lapak-lapak yang menjual beraneka ragam jenis makanan tradisional mulai dari kue berbahan dasar tepung hingga daging sapi dan dan daging kambing bakar.

Berbeda dengan restoran atau rumah makan halal lainnya di daratan Cina, makanan yang dijual para pedagang di Kota Lanzhou tidak perlu diberi label ‘qing zhen’ atau halal. “Dari pakaian penjualnya saya sudah tahu kalau makanan mereka ‘qing zhen’,” kata Liu Chun, dari Kantor Berita Xinhua Biro Lanzhou yang menemani Antara menyusuri Pasar Malam Zhengning.Meskipun bukan seorang Muslim, Liu sangat menyukai kuliner yang dijual di pasar malam salah satu kota tertua di daratan Cina itu. “Satai, kebab, mi, bubur, dan hampir semua yang dijual di sini saya suka,” tutur pria itu sambil menyeruput sup ayam dari mangkuk kecil.

Baca Juga : Tujuan Wisata Esek Esek Di Shenzen

Selain murah dan banyak pilihan, makanan halal tersebut dimasak dan diproses lebih higienis. Keluwesan gadis-gadis berkerudung dalam menyuguhkan makanan kepada para pembeli menjadi daya tarik tersendiri sehingga orang-orang rela berjubel menyusuri Jalan Zhengning yang sempit itu hingga larut malam.Tidak heran pula, kalau Pasar Malam Zhengning menjadi tujuan yang wajib dikunjungi oleh wisatawan atau siapa pun yang sempat menyinggahi Kota Lanzhou. Namun para pengunjung harus rela antre dan berdesak-desakan dengan pengunjung lainnya kalau ingin memanjakan lidah dengan berbagai makanan bercita rasa mirip Timur Tengah itu.

Para pembeli biasanya memesan dulu jenis makanan yang diinginkannya di lapak-lapak yang ditunggui para pedagang pria berkopiah putih. Setelah dibayar, baik dengan cara tunai atau dengan memindai barkode Alipay atau WeChat yang tertera di etalase pedagang, pembeli bisa memilih tempat duduk yang berderet di belakang lapak, tapi harus bersabar sampai kursi benar-benar kosong ditinggalkan oleh pembeli lainnya.

Atau bisa juga langsung menuju restoran. Kemudian memesan makanan kepada penjual di lapak melalui pelayan. Itu pun harus mengantre sampai tersedianya kursi di restoran tersebut.”Pasar ini tidak pernah sepi. Hampir setiap malam situasinya ya begini,” kata Liu yang merasa lega mendapatkan kursi di salah satu restoran setelah mengantre selama lebih dari setengah jam.Tidak diketahui pasti jumlah lapak yang menyajikan makanan halal khas Lanzhou. Namun jika melihat deretan penjual makanan di Pasar Malam Zhengning seperti bukan berada di Cina karena para penjualnya mengenakan pakaian serba putih, khususnya para pria yang mengenakan kopiah haji.

Tujuan Wisata Esek Esek Di Shenzen

Tujuan Wisata Esek Esek Di Shenzen

daftarwisatadichina.web.id Wisata tidak akan pernah luput dari yang namanya dunia malam. Salah satu hiburan di dunia malam adalah wisata esek-esek,dan ada beberapa tujuan dan tempat favorit.Salah satunya adalah wilayah Shenzen. Berikut adalah informasi dan berita mengenai Wisata Ena di Shenzen.

Tanpa terasa kereta yang melaju dengan kecepatan 200 km/jam dari kota Guangzhou-China, telah tiba di stasiun kota tujuan wisata ena Shenzhen. Waktu tempuh tidak lebih dari lima puluh tujuh menit. Saat itu Jam menunjukan sekitar pukul sebelas siang waktu setempat. Perjalan terasa singkat apalagi ditemani seorang anak kecil bersama ibunya. Anak lucu yang terus bernyanyi dengan bahasa yang saya kurang tahu artinya.

Sebelum menuju area pertokoan yang bertebaran di sekitar stasiun untuk sekadar membeli oleh-oleh, dari ketinggian saya menikmati plasanya yang luas dan asri dengan latar belakang gedung-gedung pencakar langit. Yang akan dibeli belum ketemu, selagi masih ada waktu saya melanjutkan pencarian kearah seberang jalan menjauhi stasiun. Berjalan dengan santai menuju bangunan-bangunan tinggi yang tadi terlihat dari plasa stasiun. Sebelum sampai tujuan, mata tertuju pada blok bangunan semacam kompleks ruko di Jakarta.

Baca Juga : Wushan Nightmarketnya China

Walaupun tidak berada di tepi jalan utama tapi mudah ditemui, karena memiliki dinding mozaik warna khas merah muda.Ternyata itu adalah bangunan-bangunan flat yang dibangun khusus untuk kegiatan esek-esek alias seks komersial. Perkiraan tidak kurang dari seratusan blok yang ada di sana serta dikelilingi pagar beton setinggi dua meter. Lantai dasar dipergunakan untuk restoran, salon, toko atau tempat mejeng. Walaupun tidak sempat masuk kedalam bangunan, dari out door ac yang bergantungan tahulah bahwa itu adalah kamar tidur.

Sadar sekarang sudah berada di suatu daerah lokalisasi legal di China. Rasa ingin tahu membuat saya memberanikan diri masuk lebih jauh kedalam komplek. Dalam pikiran walaupun seorang diri, hari masih siang tentu keamanan lebih terjamin. Apalagi tampang memang sudah mirip mereka yang datang berkunjung ke sana. Sewaktu memasuki kawasan merah ini, di salah satu flat saya sudah disambut oleh wanita gemuk usia empat puluhan. Dengan bahasa setempat menawarkan seorang bocah ingusan -semacam abg- yang katanya “main”nya asyik, saya hanya tersenyum sambil terus berjalan.

Berkeliling sepanjang lorong kompleks ada sensasi dan memicu adrenalin. Celotehan dan tawa serta ajakan bermain cinta mengiringi setiap langkah kaki melewati pintu flat mereka, sepertinya mampu menggoyahkan iman. Mungkin usia yang sudah tidak muda lagi inilah yang menghindari saya dari rasa ingin “mencoba” sesuatu di negeri yang pernah dijuluki negeri tirai bambu. Saya hanya berani mengambi satu gambar, itu pun secara sembunyi-sembunyi takut kalau ada yang menegur.

Wushan Nightmarketnya China

Wushan Nightmarketnya China

daftarwisatadichina.web.id Artikel kali ini berisikan ulasan dan pembahasan yang berkaitan dengan kehidupan di pasar malam di China. Lebih tepatnya pasar Malam Wushan. Berikut Artikel mengenai Pasar Malam Wushan.

Saat matahari terbenam, pedagang sudah membuka lapaknya dan penyanyi opera dan peramal mulai berdatangan. Selamat datang ke Pasar Malam Temple Street, pasar malam popular yang berasal dari nama Kelenteng Tin Hau dipusat atraksi ini. Lokasi ini sangat kental akan suasana lokal dan menjadi latar banyak film terkenal.Oleh-oleh, cangkir, elektronik, jam, pakaian pria, giok,dan antik diperiksa dan ditawar. Nasi, seafood, mie, dan jajanan disantap lahap.

Setiap harinya, banyak orang dari seluruh dunia datang ke Wushan untuk membeli barang grosir yang akan dijual kembali di negara asal. Sebagian besar barang yang dijual di toserba US$ 1 di Amerika Serikat juga berasal dari Pasar Wushan.

Pasar Malam Wushan awalnya hanya dibangun dalam satu distrik dan dibuka untuk umum pada 2002. Sekarang Pasar Wushan sudah berkembang menjadi lima distrik dan menjadi rumah dari 200 ribu toko yang buka setiap harinya. Diperkirakan ada 200 ribu orang yang berkunjung ke sini.

Ketika mengunjungi Pasar Malam Wushan, Expedia dapat menyediakan Anda dengan luas Pasar Malam Wushan informasi, serta menghemat biaya hotel di dekatnya dan penerbangan! Bila bepergian ke Pasar Malam Wushan, meninggalkan banyak waktu untuk sight seeing – Anda tidak ingin melewatkan atraksi atas seperti Pasar Malam Wushan! Dan sebelum Anda pergi, pastikan untuk membaca Pasar Malam Wushan wisata kami panduan, diisi dengan semua yang perlu Anda ketahui untuk pengalaman Pasar Malam Wushan terbaik.

Baca Juga : Tujuan Wisata Asik Di Macao

Saking banyaknya toko yang ada di Pasar Wushan, dibutuhkan waktu selama setahun untuk menjelajahi setiap sudut pusat perbelanjaan. Pihak pengelola Pasar Wushan juga menyiapkan agen pedamping belanja untuk membantu pengunjung mencari bahan kebutuhannya agar tidak tersesat.

Tidak semua penduduk Indonesia berkesempatan untuk berkunjung dan menginjakkan kaki di dataran China. Tapi, pasti banyak di antara warga Indonesia yang memiliki barang berlabel ‘Made in China’.

Jika Anda penasaran darimana barang seperti ini berasal, bisa dipastikan barang-barang tersebut didapat dari Pasar Wushan. Pasar yang terletak di Provinsi Zhejiang, China ini merupakan tempat perbelanjaan grosir terbesar di Negeri Tirai Bambu.

Tujuan Wisata Asik Di Macao

Tujuan Wisata Asik Di Macao

daftarwisatadichina.web.id Jika pergi ke China tidak pernah luput dari wisata ke Macao,tempat yang penuh dengan pemandangan indah dan fasilitas mewah . Berikut ini adalah tempat wisata yang harus dituju di Macao.

1.Macau Tower
Tempat wisata asik di Macau ini juga dilengkapi dengan restoran, pusat perbelanjaan, bioskop dan tentu saja kasino.
Macau Tower setinggi 338 meter ini pertama kali dibuka pada 19 Desember 2001. Pada Observation Deck yang berada di ketinggian 223 meter, pengunjung dapat melihat Macau dari berbagai sisi. Pengunjung bisa menikmati indahnya Macau Peninsula, Taipa, Coloane bahkan melihat Cina dari jauh.

Tempat wisata di Macau ini juga dilengkapi dengan restoran, pusat perbelanjaan, bioskop dan tentu saja kasino. Pengunjung dapat menikmati masakan Cina, Jepang, Portugis, India , bahkan Italia. Selain itu bagi penyuka belanja, pusat perbelanjaan di Macau Tower ini juga menyediakan berbagai merk internasional.

Cara palings eru menikmati tempat wisata di macau ini adalah dengan bungee jumping dari tower ini. Pengunjung terjun dari ketinggian 233m. Pengunjung akan terjun bebas, kemudian melambat di ketinggian 30 meter lalu memantul. Tempat wisata di macau ini juga menawarkan Night Bungy.

Buat yang tidak cukup berani dengan Bungy Jumping, Macau Tower juga menyediakan paket yang lebih soft, yaitu Sky Jump. Dari ketinggian yang sama dengan Bungy Jumping, pengunjung meluncur turun dengan posisi berdiri dan menyentuh tanah dengan sangat pelan di lantai dasar.

Harga tiket masuk publish rate dewasa HK$ 135 dan anak HK$ 73.

Baca Juga : Wisata Alam Terindah di Yunnan China

2.Kun Iam
Patung tempat wisata di Macau ini dibuat dari sekitar 50 ton perunggu cor, dan memiliki ketinggian 20 meter
Penduduk lokal menyebutnya Patung Guan Yin. Ini adalah sebuah karya terakhir yang merupakan bagian dari rangkaian Monumen Persahabatan Tiongkok-Portugal. Tempat wisata di Macau ini terletak di sebuah pulau buatan yang terhubung ke tepi pantai oleh sebuah jembatan sepanjang 60 meter.

Kun Iam dalam bahasa Kantonis adalah nama figur bodhisatva dalam Buddhisme Mahayana dan Vajrayana yang merupakan perwujudan sifat welas asih dan kasih sayang. Dalam bahasa Mandarin figur bodhisattva ini disebut “Guan Yin” dan dalam bahasa Sanskerta adalah Avalokitesvara.

Wajah patung ini secara khusus dirancang untuk menunjukkan “Universalitas” yang diekspresikan dalam konsep “Ekumenis” yakni tanpa menunjukkan ciri khas etnis tertentu.

Patung tempat wisata di Macau ini dibuat dari sekitar 50 ton perunggu cor, dan memiliki ketinggian 20 meter. Bagian fondasi patung berbentuk seperti bunga lotus yang memiliki luas 600 meter persegi. Di dlaam pondasi terdapat Ruang Kontemplasi di mana pengunjung dapat beristirahat.

Kubah ini didekorasi dengan figur, simbol, dan teks yang terkait dengan Lao Tse, Konfusius, Mencius, dan Buddha. Dilukis pada kertas nasi oleh seniman lokal Kwok Woon dan Joana Ling.

3.Kuil A-Ma
Kuil tempat wisata di Macau ini terdiri dari ruang berdoa, paviliun dan halaman yang dibangun di bukit berbatu
Kuil yang dibangun sejak tahun 1.488 ini dibangun untuk memperingati Matsu, dewi pelaut dan nelayan. Menurut legenda “A-Ma” berasal dari nama seorang gadis miskin yang ingin pergi ke Canton namun tidak diizinkan ikut kapal seorang pedagang kaya.

Seorang nelayan miskin mengizinkannya ikut. Kemudian, sebuah badai menerjang dan menghancurkan semua kapal di lautan kecuali kapal yang ditumpangi gadis miskin tersebut. Setibanya di Makau gadis itu menghilang dan kembali menampakkan diri sebagai seorang dewi.
Kuil tempat wisata di Macau ini terdiri dari ruang berdoa, paviliun dan halaman yang dibangun di bukit berbatu dan disambungkan dengan jalan berputar melewati gerbang bulan dan taman-taman kecil. Di pintu masuk terdapat sebuah batu besar yang mengukir benda pelayaran tradisional

Berdoa di kuil A-Ma tidak sekedar memberikan nuansa religi yang mendalam namun juga keindahan arsitektur kunonya. Kuil yang mengadaptasi dari budaya China ini terlihat dari puisi dan prasasti yang diukir pada batu di kawasan ini.

Walaupun arsiteturnya sederhana, dibandingkan kuil lainnya, namun setiap ruangan kuil tempat wisata di macau ini didesain dengan tujuan tertentu. Seperti aula tempat berdoa yang didedikasikan untuk Dewi Pelaut dengan struktur granit.

4.Reruntuhan St. Paul
Tempat wisata di Macau ini aslinya dibangun dengan batu putih dan memiliki atap dengan kubah besar.
Pertama kali dibangun pada tahun 1580, Gereja St. Paulus mengalami kebakaran pada tahun 1835 sehingga menyisakan bangunan yang kini bisa dikunjungi wisatawan. Padahal konon, tempat wisata di Macau ini aslinya dibangun dengan batu putih dan memiliki atap dengan kubah besar.

Fasad depan gereja ini menampilkan ukiran yang berkaitan dengan kisah gereja Katolik di Asia lengkap dengan beberapa gambar naga dan kapal berlayar. Tidak itu saja, ukiran-ukiran dan ornamen Ruins of St. Paul’s Church juga menunjukkan campur tangan budaya China dalam pembangunan Gereja ini.