Wajib Coba Liburan ke Hainan

Wajib Coba Liburan ke Hainan

Daftarwisatadichina.web.idLiburan ke China tidak hanya Beijing, tetapi juga menarik untuk mengunjungi Hainan. Pulau ini menawarkan tempat wisata yang lengkap. Dari wisata alam, budaya hingga keahlian memasak.

Hainan merupakan pulau tropis di sisi selatan China, yang dapat ditempuh dari Jakarta dengan penerbangan sekitar 7 jam. Perjalanan bebas visa yang diperkenalkan untuk 59 negara, termasuk Indonesia, membuat Pulau Hainan semakin menarik dikunjungi.

Hal ini juga didukung pembenahan bandara, membuka akses ke Facebook, YouTube dan Twitter bagi para wisatawan asing. Pulau yang dijuluki sebagai Hawaii-nya China itu pun punya beragam destinasi menarik buat mengisi liburan.

Dalam rilis Agoda kepada detikTravel, Kamis (4/10/2018), berikut ini sejumlah alasan kenapa traveler harus coba liburan di Hainan:

Cuaca bersahabat
Saat musim dingin, suhu di Hainan tidak terlalu ekstrem, hanya sekitar 19-25 derajat Celcius. Sedangkan musim panas memang akan lebih hangat, tetapi tetap nyaman, dengan suhu 24-35 derajat Celcius.

Banyak pantai cantik
Pantai menjadi salah satu atraksi utama di Hainan. Ada pantai pasir putih Sanya Bay, Pantai Dadonghai berbentuk bulan sabit yang asyik untuk berselancar dan parasailing, serta pantai sepanjang 7 km di Teluk Yalong yang jadi tempat untuk berenang, menyelam, resor dan lapangan golf. Perairan jernih dekat Pulau Wuzhizhou juga memungkinkan traveler melihat hingga 27 meter ke dasar laut.

Baca juga : Tempat Wisata Xiamen

Beragam pilihan objek wisata
Selain pantai, masih banyak lagi objek wisata lain di Hainan. Beberapa di antaranya adalah desa-desa nelayan, taman di puncak bukit Semenanjung Luhuitou, dan Taman Kawah Gunung Berapi atau Volcanic Crater Park. Sementara Pulau Monyet Nanwan adalah satu-satunya pulau di dunia khusus untuk idn poker para kera. Di dekatnya, ada Sea Turtles 911 yang merupakan rumah sakit khusus penyu laut. Kemudian ada pula Xinglong Tropical Botanical Gardens. Area seluas 400.000 km2 itu merupakan habitat bagi lebih dari 1.200 spesies tanaman, termasuk kopi, lada, cokelat dan durian.

Pengobatan tradisional China (TCM)
Pengobatan tradisional China di Hainan cukup populer. Pengobatan tradisional China begitu berkembang dan mendapat dukungan pemerintah, termasuk salah satu pusat pengobatan Rumah Sakit TCM Sanya.

Icip-icip kuliner lezat
Liburan ke Hainan tak lengkap kalau belum mencicipi kuliner lokal. Nasi ayam Hainan, yang rasanya familiar bagi lidah orang Indonesia, sebenarnya merupakan masakan lokal Wenchang, kota di Provinsi Hainan. Hainan juga dikenal dengan makanan lautnya, terutama lobster. Masakan istimewa lainnya adalah bebek Jiaji dan abalone.

Tersedia akomodasi murah hingga yang mewah
Hainan melayani semua kalangan wisatawan, mulai dari backpacker hingga kelas atas. Meski beberapa tahun terakhir, pulau ini mulai fokus pada perjalanan premium. Banyak hotel terkenal menawarkan akomodasi mewah di Pulau Hainan, termasuk Anantara, Banyan Tree, Conrad, Kempinski, Mandarin Oriental, Park Hyatt, Ritz Carlton dan St Regis. Tidak ketinggalan pendatang terbaru Atlantis Sanya.Proyek yang dibuka tahun ini, dimiliki dan dikelola oleh tim yang mengawasi Atlantis the Palm di Dubai. Atlantis Hainan dilengkapi menara dengan 52 lantai, suite bawah air, bahkan laguna scuba-diving dengan 270 spesies laut.

Tempat Wisata Xiamen

Tempat Wisata Xiamen

Daftarwisatadichina.web.id – Tiga puluh tahun yang lalu, kota Xiamen, sebuah kota di tenggara Cina dan provinsi Fujian, normal. Tidak menarik untuk membuat banyak orang datang. Tapi sekarang, kota ini adalah kota industri dan wisata yang berkembang pesat.

Harus diakui, pemerintah China pintar membangun sesuatu, sehingga orang datang. Banyak yang harus dipelajari dari China. Selain infrastruktur, pembangunan pariwisata China juga perlu dicontoh. Bagaimana pemerintah China membangun infrastruktur yang mendukung pariwisata, bagaimana mengemas tempat wisata, bagaimana membuat wisatawan mudah dan betah di sebuah kota di China, dan sebagainya. Selama tiga hari (22-25 Oktober 2017) berkesempatan mengunjungi kota yang kini menjadi salah satu kota tercantik di China ini. Untuk berkunjung ke Xiamen, dari Jakarta, ada penerbangan langsung menuju Xiamen menggunakan Xiamen Airlines setiap harinya. Sedikitnya, kumparan mendatangi Beberapa tempat wisata di Kota Xiamen yang memang layak didatangi dan dicontoh oleh Indonesia.

Gulangyu Island
Saya datang ke Pulau Gulangyu pada hari Minggu (22/10) sekitar pukul 16.30 waktu setempat. Karena pas hari libur, tempat wisata ini dijubeli para pelancong, baik pelancong domestik maupun mancanegara. Setiap Sabtu dan Minggu, adalah hari-hari puncak wisatawan berbondong-bondong ke pulau yang terletak antara Pulau Xiamen dengan daratan utama (Mainland) itu. Untuk menuju pulau bersejarah ini, wisatawan harus naik kapal feri dari beberapa dermaga yang dibangun di kawasan Jl Lu Jiang Do. Perlu waktu sekitar 8 menit menyeberang sampai dermaga Gulangyu. Cuaca sangat bagus saat itu, sejuk dengan suhu sekitar 17 derajat Celcius.

Pulau Gulangyu merupakan tempat tinggal orang-orang asing ketika Pelabuhan Xiamen dibuka untuk perdagangan internasional pada tahun 1842. Pada tahun 1903, pulau ini bahkan dikenal sebagai pemukiman internasional. Karena itu, salah satu hal menarik yang bisa dilihat adalah bangunan-bangunan berarsitektur Eropa yang hingga saat ini masih terpelihara dengan baik. Oleh UNESCO, pada pertengahan 2017 lalu pulau ini ditetapkan sebagai world heritage site.

Agar pulau ini semakin menarik wisatawan, pemerintah Xiamen mempercantik pulau ini dengan membangun sejumlah patung besar di bukit dan beberapa tempat. Ada patung Koxinga, pahlawan China zaman dulu, yang dipasang di pinggir pantai sehingga sangat jelas terlihat dari Pulau Xiamen. Saat malam hari, patung ini terlihat jelas dari kejauhan karena dipasangi lampu yang sangat terang. Pemerintah Xiamen juga mempercantik pantai di pulau yang berluas 4 km persegi ini. Aslinya, pantai di pulau ini bukanlah berpasir putih. Namun, saat ini, pulau ini dikelilingi oleh pantai berpasir putih. Entah dari mana pasir putihnya. Yang jelas, tempat ini jadi tempat favorit untuk berfoto, termasuk untuk foto prewedding. Saat saya datang, ratusan calon pengantin sedang melakukan foto prewedding di pinggir pantai.

Pulau ini juga dikenal sebagai pulau piano, karena di tempat ini tersimpan sekitar 200 piano peninggalan warga Eropa. Piano-piano ini disimpan di museum di pulau ini. Karena dikenal sebagai pulau piano, maka bangunan dermaga Gulangyu pun dibuat seperti piano. Di pulau ini, wisatawan tidak bisa berkeliling dengan mobil atau sepeda motor. Wisatawan hanya bisa berkeliling pulau dengan berjalan kaki, bersepeda, atau menyewa mobil listrik buggy. Di pulau yang asri dengan pepohonan ini, penggunaan mobil dan sepeda motor dilarang. Soal makanan, tidak perlu resah. Di pulau ini, ada banyak restoran, terutama seafood, termasuk restoran muslim.

Zhongshan Road
Kawasan ini terletak di tengah-tengah kawasan komersial Xiamen. Lokasi seluas 1 km persegi ini sangat dekat dengan hotel saya menginap: Grand Swiss Hotel. Hanya perlu waktu 10 menit berjalan kaki dari hotel. Lokasi ini sebenarnya adalah tempat berbelanja,. Ada banyak toko yang berada di gedung-gedung yang berderet panjang. Barang yang dijual berbagai macam, seperti makanan, minuman, suvenir, fashion, dan sebagainya. Lokasi utamanya adalah toko-toko di gedung yang berada di samping kanan dan kiri jalan Zhongshan. Jalan ini cukup lebar, sekitar 10 meter. Selain di jalan utama ini, toko-toko juga ada di jalan-jalan yang lebih kecil di kawasan ini.

Bangunan-bangunan yang ada di kawasan ini berarsitektur bagus. Bukan bangunan kuno, tapi bangunan relatif baru. Lokasinya juga sangat bersih. Zhongshan Road akan sangat ramai sejak sore hingga malam hari. Anda bisa membeli oleh-oleh di tempat ini sebelum meninggalkan kota Xiamen. Kawasan ini tidak hanya ramai pada hari Sabtu dan Minggu. Saat saya berkunjung ke tempat ini pada hari Senin (23/10) sore, lokasi ini juga cukup ramai dengan wisatawan. Para pengunjung makin memadati kawasan ini saat malam hari.

Baca juga : Wisata Negara China Qingdao

Zengcuo’an
Lokasi wisata yang relatif baru adalah Zengcuo’an, yang berada di kawasan pantai Xiamen yang agak jauh dari pusat kota. Kawasan ini bernama lengkap: Zengcuo’an, Cultural and Recreational Village. Dulu kawasan ini merupakan perkampungan nelayan. Sempat akan digusur untuk didirikan hotel-hotel bintang lima, namun akhirnya batal.

Salah seorang mahasiswa Xiamen University memelopori untuk mengubah perkampungan nelayan menjadi lokasi wisata. Dia terinspirasi oleh bangunan-bangunan dengan arsitektur menarik, termasuk kelenteng di kawasan ini yang berpotensi jadi tempat wisata bila dikembangkan. Akhirnya, kawasan ini benar-benar jadi kawasan wisata baru yang dikunjungi orang, sementara para nelayan direlokasi ke tempat lain. Pemerintah Xiamen mendukung hal ini.

Selain bisa menikmati bangunan-bangunan unik dan gambar-gambar dinding bangunan yang menarik, wisatawan juga bisa belanja di sini. Namun, kawasan ini berbeda dengan Zhongshan Road yang berada di jalan yang lebar. Zengcuo’an berada di gang yang agak lebar dengan toko-toko yang berdekatan. Barang-barang yang dijual sebagian besar adalah makanan-minuman dan suvenir.

Wisata Negara China Qingdao

Wisata Negara China Qingdao

Daftarwisatadichina.web.idKota Qingdao di Provinsi Shandong, Cina, tidak dikenal. Karena, pada kenyataannya, provinsi Shandong tidak setenar Beijing atau Shanghai. Tetapi tidak buruk jika saya mencoba memperkenalkan provinsi ini melalui Kompasiana. Selama lebih dari lima tahun tinggal di provinsi ini, saya tidak bisa melupakannya. Jika Anda pernah datang ke kota-kota di Cina dan memiliki waktu untuk mengunjungi Qingdao, Anda mungkin akan terkejut dengan keramahan orang-orang. Ya, kota Qingdao di Provinsi Shandong, Cina, terkenal dengan orang-orangnya yang ramah. Mungkin ini adalah satu-satunya kota di Cina di mana rata-rata masyarakatnya sangat ramah.

Kenapa saya bisa bilang mereka ramah? Tak kenalpun, jika kita berpapasan dengan mereka maka mereka akan menyapa ataupun setidaknya memberi senyum. Belum cukup ramahnya? Jika kita terlihat seperti orang yang bingung karena tersesat, tak segan mereka akan membantu ataupun setidaknya menanyakan pada kita sedang kesulitan apa. Makan di pinggir jalan jangan khawatir harga bakalan dinaikkan berlipat-lipat kalau tahu kita orang asing, karena di sana mereka hanya akan memberi harga yang sama untuk setiap orang. Gak ada yang membeda-bedakan harganya. Jadi jangan khawatir ditipu masalah harga.

Menutip dari embah Wikipedia, “Provinsi ini terletak di bagian hilir Huang He (Sungai Kuning) dan memanjang ke laut dalam bentuk Semenanjung Shandong. Shandong berbatasan dengan Teluk Bohai di utara, Hebei di barat laut, Henan di barat, Jiangsu di selatan, dan Sungai Kuning di tenggara; dia juga berbagi perbatasan dengan Anhui, antara Henan dan Jiangsu.”

Ibu Kota dari Provinsi ini adalah Jinan namun kota Terbesarnya adalah Qingdao. Agak-agak sulit juga kalau mau ke Qingdao karena jika dari Indonesia tidak ada pesawat yang langsung menuju ke kota ini. Jika ingin menuju ke Qingdao maka salah satunya adalah melalui transit dulu di Guangzhou ataupun ke Korea. Kalau saya lebih memilih transit di Incheon Korea mengingat Incheon sudah sering saya kunjungin jadi biar gak bingung. Jika menyebut Qingdao spellingnya: “King-tau”

Banyak destinasi yang bisa anda kunjungi di kota ini yaitu :

Wushi Guangchang (May Fourth Square)
Ini terletak dijantung kota Qingdao, tepatnya di Donghai West Road Shinan District. Untuk menuju ke tempat ini bisa naik bus bisa juga naik taksi. Tapi carilah taksi yang bisa masuk ke kota karena ada beberapa taksi yang tidak boleh melewati areanya. Sebaiknya tanya dahulu apakah bisa sampai ke sana atau tidak. Untuk naik taksi tarif di sini tak mahal ada juga sebenarnya taksi gelap. Taksi gelap biasanya merupakan mobil pribadi yang dipakai untuk naksi. Tarif taksi gelap juga gak mahal tergantung kita pintar-pintar nawarnya. Biasanya sopir taksi gelap tidak akan mempermainkan harga. Harganya paling selisih 2 atau 2 Yuan saja dengan taksi biasa. Namun jika ingin naik bus bisa juga, ongkos bus antara 1 sampai 1,5 Yuan.

Wushi Guangchang merupakan patung yang menjadi landmark kota Qingdao. Di sini juga disebut alun-alunnya orang Qingdao. Jika diamati patung ini benar-benar unik bentuknya, apalagi ditambah dengan warna merah yang menyala. Jika malam hari patung ini menjadi yang paling terlihat oleh mata dibandingkan bangunan-bangunan disekitanya. Posisi patung Wushi Guangchang juga menghadap ke laut kuning. Patung ini dibangun untuk memperingati kebangkitan para pemuda pemudi yang berdemo.

Jika ingin melihat-lihat patung ini, pengunjung tak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Hanya saja jika membawa kendaraan di sini tarif parkir mahal banget bisa 10 Yuan sampai dengan 50 Yuan, tergantung berapa lama parkirnya. Jika sore hari banyak banget orang yang sekadar jalan-jalan menghirup udara pantai atau olahraga jojing, bermain layang layang, atau hanya sekadar duduk santai sambil memerhatikan debur ombak di pinggir pantai.

Di Wushi Guangchang jika ingin naik kapal mengitari pantai bisa juga hanya dengan uang 50 Yuan (untuk dewasa) dan 30 Yuan (untuk anak-anak) bisa keliling pantai naik kapal selama 30 menit. Di sini juga ada beberapa toko yang menjual pernak pernik hiasan dari kerang kerang laut. Di tempat ini juga favorit masyarakat bermain layang-layang karena angin yang kencang bisa bikin layang-layang mudah banget naiknya. Di dekat patung Wushi Guangchang juga ada lokasi wisata yang lain yaitu Qindao Olympic Sailing Center Tourist. Jadi datang ke tempat ini bisa mengujungi lokasi wisata yang lainnya.

Qindao Olympic Sailing Center.
Lokasinya masih sama dengan Wushi Guangchang hanya pakai jalan kaki gak pake lama sudah sampai kok. Di tempat ini kita bisa lihat tiang semua bendera dari berbagai negara. Untuk masuk ke tempat ini mesti bayar tiket dulu. Qingdao Olympic Sailing Center dibuat untuk perlombaan olahraga layar, karena pada tahun 2008 dipakai olimpiade kapal layar. Sampai saat inipun dijadikan tempat latihan olahraga layar. Ada beberapa koleksi kapal-kapal layar di sini. Sepintas dari jauh saya lihat gedung Qingdao Olympic Sailing Center mirip dengan keong mas TMII tapi pas dekat enggak juga.

Jimo Shi (Jimo Market)
Masih dekat lokasi Wushi Guangchang. Ternyata ada pasar barang palsu, letaknya di Liaochang Sihbei Distric. Untuk menuju ke tempat ini kita mesti berkendaraan dahulu keluar dari area Wusi, letaknya sebenarnya hampir berseberangan dengan area Wushi. Jadi mesti putar arah. Gak sampai 15 menit sudah bisa kok menuju ke sana. Di pasar ini banyak sekali barang-barang tas dan jam dari merek terkenal seperti Gucci, Prada bahkan Hermes juga banyak. Tapi jagan salah semuanya di sini adalah barang aspal (asli tapi palsu). Harganya juga murah untuk kualitas, yaaa lumayan lah. Disarankan kalau mau berbelanja disini mesti super tega nawarnya, karena biasanya kalau pedagang kasih harga 100 Yuan bisa kita tawar hingga 20 Yuan ^_^ jauh kan nawarnya. Hehe2.

Di sini juga selain pasar barang palsu ada juga pasar makanan hasil laut berdiri sejak 1902. Masih di kawasan Jimo Shi. Nah kalau cape jalan-jalan habis melihat dan berbelanja aneka barang mampir dulu deh makan makanan hasil laut seperti cumi bakar, udang bakar sampai kepiting bakar juga. Harganya juga lumayan murah kok. Jangan khawatir apalagi di sini kebanyakan makanan halal.

Baca juga : Wisata Lanzhou Minoritas Muslim

Taidong Commercial Walk Street
Nah kalau muter-muter jalan yang ada di Jimo Shi nanti bisa juga lihat bangunan-bangunan gedung apartemen yang dilukis berbagai macam lukisan. Bukan cuma satu atau dua gedung saja tapi hampir rata-rata di kawasan Taidong bagunannya dilukis dengan lukisan yang unik. Gak bosen kok kalau menyusuri jalan Taidong apalagi di sepanjang jalan merupakan pertokoan berbagai macam barang. Saya yakin anda akan betah berlama-lama hehe bagi saya nih tempat adalah surganya belanja. Cuma jangan sering-sering datang ketempat ini salah salah nanti malah kantong jadi jadi kering.

Lihat seluruh gedung dilukis begitu rupa sedikit heran gimana caranya ya? Lukisan bisa nyambung gitu di seluruh bangunan. Padahal rata-rata apartemen tersebut bisa sampai 12 tingkat. Duh perlu berapa banyak seniman nih buat ngerjain lukisan seperti itu.

Sheng Miaer Dajiaotang (Katedral St. Mikael)
Ada juga sebuah Gereja Katolik dan Protestan di Qingdao ini letaknya juga hampir berdekatan yaitu di 15 Zhejiang Lu. Gereja ini adalah tempat favorit pengambilan foto prawedding. Terbukti banyak banget pasangan yang berpakaian pengantin sedang bergaya diambil fotonya oleh fotografer, baik yang profesional maupun yang amatiran. Lihat gereja ini mirip seperti katedral-katedral peninggalan jaman dulu yang pernah saya lihat seperti di HCM dan Hanoi. Di Qingdao ada juga sebuah Gereja Protestan peninggalan jaman dahulu, namanya Jidu Jiaotang (Protestant Church). Tempatnya juga gak jauh dari sini dekat dengan Signal Montain Park.

Wisata Lanzhou Minoritas Muslim

Wisata Lanzhou Minoritas Muslim

Daftarwisatadichina.web.idKota Lanzhou, yang terletak di provinsi Gansu, Cina adalah salah satu tujuan wisata yang ramah bagi wisatawan Muslim. Di kota ini, umat Islam adalah kelompok minoritas di sana. Kondisi ini membuat wisatawan Muslim ketika mengunjungi Lanzhou tidak kesulitan menemukan makanan halal. Di beberapa restoran besar tempat ibadah juga telah disediakan.

Secara demografis, provinsi Gansu memiliki populasi sekitar 26 juta jiwa. 2,2 juta jiwa di antaranya adalah kelompok minoritas. Muslim sendiri terdapat sekitar 1,37 juta jiwa. “Sementara di Lanzhou, dari total 3690.000 jiwa penduduk, 120 ribunya adalah kelompok minoritas. Dan kelompok muslim menyumbang sekitar 117 ribu jiwa,” jelas Investigator Lanzhou Business Bureau Kou Zongze

Jadi, muslim memang sangat mendominasi kelompok minoritas di Lanzhou. Kondisi ini pun memengaruhi pergerakan para pebisnis di sana. “Penting bagi para pebisnis Lanzhou Beef Noodles untuk mendapatkan sertifikasi halal. Selain memang banyak dari kami para pengusaha restoran di sini beragam Islam. Selain itu, menyediakan makanan halal juga menjadi nilai tambah bagi kami ketika memasuki pasar internasional,” jelas Ma Jun, Group General Manager Oriental Palace Halal Food Group co., LtD.

Ma Jun sendiri adalah salah satu pengusaha muslim yang memiliki jaringan restoran besar bukan hanya di China, tetapi dunia. Sampai tahun lalu, Oriental Palace Food sudah memiliki 400 restoran di China, Australia dan Amerika Serikat. Bagi mereka, pasar Amerika Serikat dan Australia saat ini adalah pasar yang paling potensial.

Menyajikan produk yang halal pun menjadi pertimbangan dari Ma Jun dalam mengembangkan jaringan restorannya. Dan memang Ma Jun dan keluarganya yang mengembangkan restoran adalah muslim. Meski begitu, baginya makanan halal yang ditampilkan dengan sertifikat halal menjadi kekuatan mereka untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

Baca juga : Harus Berkunjung Ke Lijiang

Bayar Pakai Barcode
Di sana, para pembeli biasanya memesan dulu jenis makanan yang diinginkannya di lapak-lapak yang ditunggui para pedagang pria berkopiah putih. Setelah dibayar, tunai atau dengan memindai barkode Alipay atau WeChat di etalase pedagang, pembeli bisa memilih tempat duduk yang berderet di belakang lapak, tapi harus bersabar sampai kursi benar-benar kosong ditinggalkan oleh pembeli lainnya.

Pengunjung juga bisa langsung menuju restoran, kemudian memesan makanan kepada penjual di lapak melalui pelayan. Itu pun harus mengantre sampai ada kursi kosong di restoran tersebut. “Pasar ini tidak pernah sepi. Hampir setiap malam situasinya ya begini,” kata Liu, yang lega mendapatkan kursi di salah satu restoran setelah mengantre setengah jam lebih. Sampai malam larut pun, aroma daging kambing bakar masih tercium, dan suara alat-alat masak yang beradu masih terdengar.

Harus Berkunjung Ke Lijiang

Harus Berkunjung Ke Lijiang

Daftarwisatadichina.web.id – Lijiang, distrik di provinsi Yunnan di Cina ini memiliki banyak tempat untuk dibanggakan, mulai dari kota tua, gunung, ngarai, danau, kota wisata, dan banyak lagi. Siluet garis alami sangat menakjubkan. Dan perlu diingat bahwa Lijiang adalah daerah yang paling komersial dibandingkan dengan kota-kota wisata lainnya di Yunnan. Jadi bersiap-siaplah dengan pemandangan sekelompok wisatawan di setiap sudut dan harga yang lebih tinggi. Tapi semuanya sepadan dengan apa yang akan Anda dapatkan.

CARA KE LIJIANG
Untuk ke Lijiang dari Jakarta harus ke Kunming dulu (ibu kota Provinsi Yunnan). Nggak ada penerbangan langsung. Bisa dengan AirAsia atau China Southern. Sedangkan dari Kunming ke Lijiang bisa naik bus, kereta api ataupun pesawat domestik.

TRANSPORTASI DI LIJIANG
Hampir semua objek wisata di Lijiang (kecuai Tiger Leaping Gorge) mengharuskan kita sewa kendaraan. Oleh karena itu pergi berkelompok akan sangat membantu untuk mengurangi beban biaya. Biasanya pihak hotel bisa membantu jika ingin berbagi kendaraan dengan tamu lain.

OBJEK-OBJEK WISATANYA

JADE DRAGON SNOW MOUNTAIN/ JDSM (YULONG MOUNTAIN)
Destinasi favorit semua orang, rasanya tak berlebihan bila orang mengidentikkan Lijiang dengan JDSM. Perlu diniatin sungguh kalau mau ke sana. Pertama, kita akan bersaing dengan ribuan turis lokal dan mancanegara yang semuanya ingin menyentuh gunung es. Kedua, dengan topografinya yang serba grandeur, JDSM butuh infrastruktur yang sangat baik, dan ini terefleksi dalam harga tiket masuk yang tinggi. Ketiga, alam adalah bos yang tak bisa dilawan. Kalau angin bertiup sangat kencang, cable car dilarang beroperasi.

Jika semesta mendukung, idealnya Trippers berhenti di semua level karena masing-masing punya kekhasannya sendiri. Dan jangan lewatkan nonton Impression Lijiang, sebuah pertunjukan seni kolosal yang dipentaskan di alam terbuka.
Perkiraan durasi kunjungan: satu hari penuh
Tiket masuk: total RMB 719 (tak kurang dari Rp 1,5 juta!) kalau mau ambil seluruh paket wisatanya termasuk cable car dan Impression Lijiang.

YUHU VILLAGE
Desa wisata Suku Naxi yang terletak di kaki gunung ini cakep, anteng dan nggak neko-neko. Dan yang paling penting: gratis tis! JDSM yang menjadi latar belakangnya tampak berkilat ditimpa kilau sinar matahari. Rumah batu bernuansa coklat hitam tampak kontras dengan tanaman yang bermekaran di musim semi. Jalan terus ke atas, kita akan menemukan sebuah danau kecil berwarna pearl turquoise. Bosan jalan kaki? Ada pilihan aktivitas lain yang lebih gagah, dan tentunya menambah daya jelajah yaitu berkuda.
Perkiraan durasi kunjungan: 2 jam

LASHI LAKE
Apabila Trippers pecinta alam, menjelajahi hutan kecil yang masih alami di dekat Lashi Lake sambil berkuda bisa menjadi pilihan yang menyenangkan. Selain itu kita juga bisa berkeliling danau dengan perahu kecil dan menikmati hangatnya sinar matahari untuk mengusir hawa dingin di sana.
Perkiraan durasi kunjungan: 2 jam

Baca juga : Wisata Beihai Park

SHUHE OLD TOWN
Buat Anda yang bilang bahwa liburan itu harusnya rileks, cuci mata dan belanja, maka menghabiskan waktu di Shuhe Old Town bisa jadi pilihan yang tepat. Kota tua ini lebih kecil dan tidak sepadat Lijiang Old Town, sehingga bisa dijelajahi tanpa bikin kaki pegal. Toko berderet dengan beragam barang dan warna, siap menghibur mata dan menggoda dompet. Barang di sini tergolong sangat murah, jadi jangan lewatkan kesempatan untuk borong oleh-oleh. Selain itu, kafe dan restoran bergaya siap menampung Trippers yang ingin leyeh-leyeh sejenak sambil menyeruput kopi atau menikmati hidangan Yunnan yang maknyus itu.
Jam buka: 10.00-21.30
Perkiraan durasi kunjungan: setengah hari untuk bersantai, makan dan belanja
Aktivitas asyik: Dansa mengelilingi api unggun sambil menikmati udara malam dan larut dalam kegembiraan kolosal adalah cara Suku Naxi mengekspresikan kegembiraan mereka. Siapkan diri untuk ikut setiap jam 8 malam di Shuhe Old Town’s Square.